kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.711   30,00   0,17%
  • IDX 6.483   -51,96   -0,80%
  • KOMPAS100 859   -7,22   -0,83%
  • LQ45 654   -5,01   -0,76%
  • ISSI 224   -1,41   -0,63%
  • IDX30 363   -3,17   -0,86%
  • IDXHIDIV20 453   -5,22   -1,14%
  • IDX80 98   -0,82   -0,82%
  • IDXV30 125   -1,21   -0,96%
  • IDXQ30 117   -0,92   -0,78%

Sejumlah emiten keramik berharap berkah proyek pemerintah


Minggu, 02 Februari 2020 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. Pabrik keramik milik PT Internusa Keramik Alamasri (INKA)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten keramik membidik sejumlah program pengembangan infrastruktur pemerintah untuk mengerek volume penjualannya. Pasalnya di sepanjang 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 419,2 triliun untuk membangun sejumlah proyek di antaranya rumah susun, perumahan, dan bandara. 

Direktur PT Intikermaik Alamasri Industri Tbk (IKAI) Teuku Johas Raffli menjelaskan, dengan adanya program pemerintah untuk mengembangkan sektor perhotelan (akomodasi, penyedia jasa makanan & minuman), perusahaan melihat potensi yang cukup besar untuk terus melakukan pengembangan berkelanjutan. 

"Buktinya, selama sembilan bulan pertama di 2019, IKAI mencatatkan pertumbuhan yang solid. Pendapatan tersebut terutama didorong dari pendapatan unit usaha hotel yang baru diakuisisi perusahaan pada akhir tahun 2018," jelasnya dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (24/1). 

Baca Juga: Arwana Citramulia (ARNA) bidik proyek pemerintah demi kerek penjualan 10%

Dalam mewujudkan pertumbuhan jangka panjang, Teuku mengungkapkan,  perusahaan memiliki rencana mengakuisisi anak perusahaannya untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 8 juta meter persegi per tahun. Adanya sinergi ini, Teuku yakin perusahaan mampu menghimpun 30% pasar domestik untuk produk granitnya.

Nah, IKAI berencana untuk meningkatkan kegiatan pemasaran produk Essenza untuk memperkuat pangsa pasar. Saat ini kapasitas produksi tahunan mencapai 4,5 juta meter persegi dan didukung oleh program intensif pemerintah yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan perumahan. 




TERBARU

[X]
×