kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Selain Bima, Esemka sudah kantongi tanda pendaftaran tipe untuk lima jenis mobil lain


Sabtu, 07 September 2019 / 07:42 WIB
ILUSTRASI. Jokowi meresmikan pabrik Esemka


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Airlangga menegaskan, otomotif merupakan salah satu sektor yang pemerintah prioritaskan pengembangannya dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Sehingga, Kemeterian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendorong industri otomotif Tanah Air agar semakin berdaya saing, serta mampu berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional. 

Salah satu upaya yang Kemperin lakukan adalah, dengan terus memacu pertumbuhan industri komponen otomotif lokal, yang akan menjadi supply chain (rantai pasok) bagi industri perakitan kendaraan dalam negeri. “Kemenperin juga terus mendorong ketersediaan bahan baku untuk industri komponen otomotif, sehingga tidak perlu impor," imbuh Airlangga.

Baca Juga: Wah, Esemka siap produksi massal  

Kemudian, Airlangga menambahkan, sesuai dengan prioritas Presiden, Kemenperin terus memacu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang otomotif melalui program Industrial Revolution (IR) 4.0 maupun program Tokuteiginou yaitu pemagangan di Jepang.

Kemenperin pun bertekad mendorong agar Esemka bisa meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN). “Mobil buatan anak bangsa ini diharapkan tidak banyak didominasi oleh komponen impor, sehingga TKDN harus menjadi prioritas Esemka," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika  Kemenperin Harjanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×