kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.875   -60,00   -0,33%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Semen Indonesia mengincar pabrik semen Bangladesh


Senin, 26 Mei 2014 / 14:23 WIB
ILUSTRASI. Apa Saja Gejala Asam Lambung Naik? Ini Penjelasan Lengkapnya


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Edy Can

PADANG. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tertarik mengakuisisi pabrik semen di Bangladesh. Saat ini, produsen semen ini sedang melakukan pendekatan dengan pabrik semen lokal Bangladesh yang berkapasitas 600.000 ton hingga 1 juta ton per tahun.

Bila tak ada aral melintang, SMGR menargetkan proses akuisisi terlaksana pada akhir 2014 atau awal 2015 mendatang. "Mudah-mudahan bisa berjalan dalam enam bulan,” katanya kepada wartawan usai ground breaking pabrik baru Indarung VI, Senin (26/5).

Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto mengatakan, akuisisi pabrik semen Bangladesh ini untuk memperkuat positiong perusahaannya khususnya di Asia Tenggara bagian utara.  Semen Indonesia berharap bisa menjadi pemegang saham mayoritas atas pabrik semen itu.

Mengenai harga, Dwi memastikan tidak semahal ketika perseroan mengakuisisi pabrik semen di Vietnam. Untuk diketahui, pada 14 November 2012 perseroan mengambilalih Thang Long Cement. Melalui akuisisi ini, Semen Indonesia memiliki 70% saham Thang Long Cement dari Geleximco. Nilai transaksinya berkisar US$157 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×