kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Semester I, konsumsi semen diperkirakan mencapai 22,03 juta ton


Rabu, 06 Juli 2011 / 20:58 WIB
Semester I, konsumsi semen diperkirakan mencapai 22,03 juta ton
ILUSTRASI. MPV mewah ini sudah murah, harga mobil bekas Toyota Alphard mulai Rp 150 juta saja


Reporter: Sofyan Nur Hidayat |

JAKARTA. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memperkirakan konsumsi semen dalam negeri pada semester-1 2011 mengalami peningkatan hingga 13% dari periode yang sama tahun lalu. Artinya, konsumsi semen pada paruh pertama tahun ini bisa mencapai 22,03 juta ton.

Ketua ASI, Urip Trimuryono mengatakan konsumsi semen di dalam negeri yang sudah tercatat pasti adalah pada bulan Januari hingga Mei 2011 mengalami kenaikan sebesar 13% dari tahun lalu. Dengan demikian, konsumsi semen selama lima bulan pertama mencapai 18,19 juta ton. "Hingga bulan Juni saya rasa kenaikannya masih sama sekitar 13%," kata Urip kepada Kontan, Rabu (6/7).

Pada semester I-2010, konsumsi semen nasional mencapai 19,5 juta ton. Jadi pada semester I-2011, konsumsi semen bisa mencapai 22,03 juta ton. ASI memperkirakan persentase pertumbuhan semen di semester II-2011 diperkirakan tidak akan setinggi tahun lalu. Sedangkan sepanjang tahun ini, perkiraannya konsumsi semen tumbuh 6% dari tahun sebelumnya.

Urip mengatakan tren peningkatan konsumsi semen terjadi di semua daerah yang sebagian besar dipergunakan untuk proyek developer perumahan dan perusahaan properti. Selain itu pembangunan infrastruktur juga ikut memberikan kontribusi yang besar pada konsumsi semen.

Pada periode Januari-Mei 2011, Urip mengatakan Pulau Jawa masih mengalami pertumbuhan tertinggi dalam mengonsumsi semen dengan kenaikan mencapai 17%. Sementara untuk luar Jawa, Pulau Sumatera mengalami pertumbuhan paling tinggi mencapai 14%, Kalimantan 8,5%, Bali dan Nusa Tenggara 8,4% dan Sulawesi 3,7%. "Konsumsi di Pulau Jawa meningkat sangat tinggi untuk pembangunan infrastruktur seperti ruas jalan tol," kata Urip.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×