kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Sentra kelautan & perikanan terpadu di Mimika berdampak positif ke ekonomi masyarakat


Selasa, 04 Februari 2020 / 09:38 WIB
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP, Agus Suherman


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Lebih lagi bantuan tersebut mendorong peningkatan pendapatan rata-rata penerima bantuan sebesar Rp 2 juta per bulan. Awalnya pada musim udang, nelayan hanya menerima pendapatan sekitar Rp 2,5 juta - Rp 3 juta dan setelah menggunakan bantuan kapal dan alat penangkap ikan menjadi sekitar Rp 4,5 juta - Rp 5 juta per bulan.

Menurut Agus, keberadaan SKPT Mimika telah mampu mengintegrasikan proses bisnis kelautan dan perikanan berbasis masyarakat yang sudah mulai berjalan di PPI Pamaoko.

Baca Juga: Impor garam industri tahun 2020 meningkat mencapai 2,9 juta ton

"Saat ini, sudah ada 3 pelaku usaha (offtaker) yang menampung hasil tangkapan nelayan yaitu Koperasi Perikanan Mbiti, UD. Arafura dan BUMN Perikanan  PT. Perikanan Nusantara (Perinus). Untuk Koperasi Mbiti selain sebagai offtaker juga sudah menjual es hasil dari Ice Flake Machine. Koperasi ini juga secara kontinyu telah melakukan ekspor udang dari hasil tangkapan nelayan sekitar,” terang Agus.

Agus menambahkan bahwa, Ikan dari nelayan sudah bisa dibeli dengan harga yang lebih bagus. Contoh ikan Mackerel yang sebelumnya Rp 5.000 Rp 6.000 per kilogram,  sekarang mampu dibeli oleh BUMN perikanan Perinus dan Koperasi seharga Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per kg.

Baca Juga: Antisipasi penyebaran virus corona, Pelindo I perketat pemeriksaan pelabuhan

Untuk BUMN Perikanan PT. Perinus, saat ini telah merampungkan dokumen perizinan dan sementara proses sertifikasi ekspor hasil perikanan, sehingga dalam waktu dekat ini akan siap ekspor produk perikanan seperti : ikan pelagis kecil, ikan demersal, loin beku, loin segar, kepiting hidup dan udang beku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×