kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Separuh produksi aspal WIKA, untuk pasar ekspor


Kamis, 09 Januari 2014 / 18:39 WIB
ILUSTRASI. INDODAX. Indodax Klaim Telah Sumbang Pajak Ratusan Miliar untuk Dukung Pembangunan Indonesia


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan bahwa pabrik ekstraksi aspal premium di Lawele, Pulau Buton akan mulai beroperasi di tahun 2015 mendatang.

Tahun pertama beroperasi, pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 10.000 ton. Dan tahun kedua dan ketiga ditargetkan naik lagi menjadi 20.000 ton dan 50.000 ton.

Sayangnya Bintang belum bisa merinci kontribusi pendapatan dari anak usaha barunya ini. Tapi yang jelas, dari total kapasitas produksi itu, 50% akan diekspor dan 50% akan digunakan untuk pasar domestik.

Jadi, secara keuntungan, bisa dipastikan kontribusi dari ekspor lebih besar mengingat level rupiah yang selalu lemah terhadap dollar AS. "Tapi, 50:50 itu fleksibel karena kami tetap fokus untuk kebutuhan pasar dalam negeri," pungkas Bintang.

Seperti diketahui bahwa paska menuntaskan akuisisi atas PT Sarana Karya (SAKA), WIKA akan menyuntikkan modal sebesar Rp 290 miliar kepada Sarana Karya untuk mendirikan pabrik aspal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×