kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Seret di bisnis genset, Sumberdaya Sewatama merambah bisnis panel surya


Kamis, 11 Juli 2019 / 21:15 WIB
Seret di bisnis genset, Sumberdaya Sewatama merambah bisnis panel surya

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan genset yaitu PT Sumberdaya Sewatama melirik bisnis pembangkit listrik baru terbarukan.

President Director PT Sumberdaya Sewatama, Ferry A. Sunandar menyampaikan kini pihaknya mulai menggarap bisnis solar panel. Sewatama melihat bisnis solar panel cukup menjanjikan ke depannya, terlebih saat ini pemerintah tengah menggenjot baruan energi baru dan terbarukan.


“Kami berencana masuk ke gedung-gedung pemerintah, karena kan pemerintah harus menunjukkan komitmen mereka pada Paris agreement,” ujarnya, Kamis (4/7).

Ia mengaku saat ini bisnis tersebut belum terlalu menarik lantaran harga jual listrik yang murah, dalam pemasangan panel surya untuk kebutuhan cadangan daya 1.000 watt per jam dibutuhkan investasi sebesar Rp 25 juta. Namun hal ini menjadi salah satu strategi mereka untuk diversifikasi bisnisnya selain penyewaan genset.

Nah bisnis utama mereka dalam bisnis genset meredup semenjak adanya pemangkasan kebutuhan listrik yang dilakukan pemerintah. Sebagai informasi, sudah sekitar 22 tahun mereka bergerak untuk memenuhi kebutuhan genset PLN untuk daerah yang tidak dapat diakses oleh PLN.

Sementara PLN merupakan pelanggan utama mereka atau sekitar 80% dari total pelanggan Sewatama. Adanya pengurangan penggunaan genset sewa membuat kondisi keuangan dan keberlangsungan usaha Sewatama terus menurun beberapa tahun terakhir.

Total kapasitas dari genset milik Sumberdaya Sewatama sebesar 1.000 megawatt. Adapun strategi yang saat ini perusahaan lakukan adalah mengincar pelanggan baru. Kini mereka menyewakan genset untuk sektor ritel dan gencar untuk menyasar beberapa perusahaan tambang.

“Tentunya untuk menghadapi hal ini kita coba masuk ke smelter-smelter, ada nikel, gold yang kita sasar. Kita cukup konsisten untuk mencari market baru,” tambahnya.

Dari adanya pasar baru itu, mereka memproyeksi porsi pelanggan dari PLN bisa menjadi 50%, sisanya akan mereka dapat dari perusahaan-perusahaan tambang dan pelanggan lainnya.

Ia menambahkan, beberapa tahun terakhir pendapatan mereka terus turun sekitar Rp 250 miliar setiap tahunnya. “Jadi pendapatan pada 2018 sekitar Rp 750 miliar, prediksi kita tahun ini turun lagi Rp 250 milar menjadi Rp 500 miliar,” jelasnya.

Meski begitu, pada tahun ini menjadi tahun terakhir mereka mencatatkan penurunan kinerja. Dengan berbagai strategi bisnis Sewatama optimis tahun depan tidak lagi mengalami penurunan pendapatan.

Dengan adanya penurunan pendapatan seperti itu, Sewatama melakukan langkah strategis dan mendesak agar perusahaan tetap bisa menyelesaikan kewajibannya kepada pemgang obligasi dan lenders dengan total Rp 2,8 triliun.

Pada 2017 perusahaan juga telah melakukan restrukturiasai untuk memperpajang utang jatuh tempo utamng di 2022 dan 2024.

Melalui PT Godra Investama Mandiri, pemegang saham telah menyuntikan Rp 200 miliar pada awal tahun ini agar Sewatama tetap bisa beroperasi. Sehingga saat ini PT ABM Investama bukan lagi pemilik saham mayoritas Sewatama.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×