kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Sertifikasi RSPO Jadi Kunci Petani Sawit Swadaya Tembus Pasar Global


Jumat, 12 Juni 2026 / 20:01 WIB
Sertifikasi RSPO Jadi Kunci Petani Sawit Swadaya Tembus Pasar Global
ILUSTRASI. Penurunan harga referensi komoditas minyak kelapa sawit (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sertifikasi keberlanjutan semakin menjadi syarat penting bagi petani sawit swadaya untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing di tengah tuntutan global terhadap ketertelusuran dan praktik usaha berkelanjutan.

Head of Smallholder Global RSPO, Guntur Cahyo Prabowo, mengatakan sertifikasi bukan sekadar pemenuhan dokumen atau proses audit, melainkan upaya membangun kelembagaan petani yang kuat agar mampu memenuhi standar keberlanjutan secara konsisten.

"Sertifikasi membutuhkan organisasi yang mampu memastikan kepatuhan terhadap standar," ujar Guntur dalam Media Brunch RSPO, Jumat (12/6/2026).

Menurut Guntur, mayoritas dari sekitar 2,6 juta petani sawit di Indonesia masih beroperasi secara mandiri sehingga akses terhadap sertifikasi, pembiayaan, dan pasar masih terbatas. 

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Sawit Indonesia Makin Kompetitif di Pasar Global

Karena itu, penguatan kelompok tani dan koperasi menjadi penting untuk meningkatkan posisi tawar petani sekaligus memperpendek rantai pasok.

Urgensi sertifikasi juga meningkat seiring ketatnya regulasi internasional, terutama di Eropa, yang menuntut sistem ketertelusuran untuk memastikan produk sawit berasal dari sumber yang legal dan dikelola secara bertanggung jawab.

"Pasar ingin memastikan buah sawit berasal dari petani siapa dan dari lokasi mana," kata Guntur.

Untuk mendukung petani swadaya, RSPO menjalankan berbagai program pendampingan bersama pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Sejak 2013, RSPO telah menyalurkan dana dukungan global sebesar US$ 5,5 juta, termasuk US$ 1,94 juta untuk Indonesia. 

Sepanjang 2018–2026, sekitar 89.650 hektare kebun sawit telah tersertifikasi dengan melibatkan 41.134 petani swadaya. Selain itu, insentif sekitar Rp416 miliar telah disalurkan kepada kelompok petani.

"Yang terpenting adalah dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan petani," tegas Guntur.

Baca Juga: Ambisi RI Jadi Penentu Harga Sawit Dunia Tak Mudah, Ini Tantangannya

Pada kesempatan yang sama, Board of Governors RSPO sekaligus Kepala Sekretariat FORTASBI, Rukaiyah Rafik, mengatakan Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) terus memperkuat perannya sebagai wadah pembelajaran bagi petani sawit swadaya bersertifikat. 

Saat ini sekitar 22.000 petani tergabung dalam jaringan tersebut.

"FORTASBI menjadi rumah belajar bagi petani untuk berkembang bersama," ujar Rukaiyah.

Manfaat sertifikasi juga dirasakan KUD Tani Subur di Kalimantan Tengah. Ketua KUD Tani Subur, Sutiyana, mengungkapkan bahwa awalnya sertifikasi RSPO dianggap sulit diwujudkan. Namun setelah mendapatkan pendampingan, jumlah anggota koperasi meningkat dari sekitar 300 menjadi 1.400 petani.

Menurut Sutiyana, manfaat terbesar yang dirasakan petani adalah meningkatnya kepastian legalitas lahan dan tata kelola kebun yang lebih baik.

"Manfaat terbesar yang kami rasakan adalah kepastian legalitas," kata Sutiyana.

Baca Juga: Pertamina Pertegas Ambisi Tembus Pasar Global Lewat SAF

RSPO menilai penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan perluasan sertifikasi menjadi faktor penting agar semakin banyak petani sawit swadaya Indonesia mampu memenuhi tuntutan pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×