kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.819   62,00   0,35%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Setelah renovasi, omzet Pasar Amahami NTB melejit


Minggu, 01 Mei 2016 / 17:05 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) telah menyelesaikan pembangunan Pasar Raya Amahami di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pembangunan pasar ini, Kemdag menggelontorkan dana sebesar Rp 7 miliar.

Saat ini, pasar tersebut telah beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (29/4). Kemdag mengklaim, setelah dibangun, omzet pasar tersebut meningkat dua kali lipat menjadi Rp 500 juta hingga Rp 600 juta per hari.

"Padahal sebelumnya, omzet di pasar Amahami cuma sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per hari," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/4). Selain omzet, jumlah pedagang juga meningkat menjadi 1.064 orang dari sebelumnya 718 pedagang.

Ia menjelaskan, pasar ini merupakan pasar rakyat yang termasuk dalam kategori pasar tipe A dan berdiri di atas lahan 50.000 meter persegi dengan luas bangunan 2.241 meter persegi. Pasar ini dapat menampung lebih dari 1.000 pedagang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bima, terutama para pedagang dan petani produsen.

Menurut Mendag, program pembangunan dan revitalisasi merupakan bagian dari program Nawacita Presiden yang akan memberikan manfaat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Bima.

Pasar ini akan memberikan manfaat besar bagi para petani produsen dan pedagang di pasar rakyat yang mayoritas adalah pedagang mikro, kecil, dan menengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×