kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Siap-siap, harga produk plastik terancam naik gara-gara pelemahan rupiah


Rabu, 25 Maret 2020 / 20:39 WIB
Siap-siap, harga produk plastik terancam naik gara-gara pelemahan rupiah
ILUSTRASI. Pedagang produk plastik menata barang dagangannya di pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (11/7). Siap-siap, harga produk plastik terancam naik gara-gara pelemahan rupiah. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/08/2019

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih membayangi berbagai industri lintas sektor yang bergantung pada pasokan bahan baku impor. Dalam hal ini, industri plastik tidak menjadi salah satu industri yang turut terdampak.

Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan pelemahan nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada naiknya harga barang jadi plastik di pasaran pada kisaran 20%. 

Baca Juga: Asosiasi: Corona hingga pelemahan rupiah berdampak ke proyek panas bumi

Hal ini terjadi secara otomatis untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan baku yang terjadi akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Menurut catatan Fajar, kenaikan harga barang jadi plastik sendiri sudah mulai dirasakan sejak Senin (23/3) lalu.

“Harga bahan baku plastik itu mengikuti suplai demand (bahan baku plastik di global, kemudian harga minyak bumi, dan kurs USD,” jelas Fajar kepada Kontan.co.id (25/3).

Di sisi lain, permintaan produk-produk barang jadi plastik tertentu tengah mengalami perlambatan. Hal ini dipicu oleh banyaknya pedagang kaki lima yang berhenti beroperasi di pasar. Tidak hanya itu, beberapa pasar juga dikabarkan telah berhenti beroperasi seiring mewabahnya pandemi corona. 

Baca Juga: Alkindo Naratama (ALDO) yakin catat pertumbuhan penjualan double digit di kuartal I

Hal ini membuat pergerakan stok barang jadi plastik dari gudang persediaan ke pasaran menjadi melambat. Padahal, umumnya lonjakan permintaan cenderung terjadi menjelang lebaran.

Meski begitu, Fajar memperkirakan kenaikan permintaan barang jadi plastik akan terjadi dalam satu atau dua minggu mendatang seiring dengan diberlakukannya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). 

Menurut Fajar, hal ini akan berdampak pada meningkatnya permintaan plastik untuk keperluan pengemasan barang seiring kenaikan transaksi belanja online di tengah-tengah WFH. 

Baca Juga: Rupiah anjlok, begini harapan pelaku industri manufaktur

Oleh karenanya, Fajar berharap distribusi barang jadi plastik ke pasaran tidak terhambat ketika lonjakan permintaan terjadi.

“Kita lihat minggu depan itu lalu lintas atau distribusi barang itu terhambat atau enggak, kalau terhambat kita perlu atur strategi,” kata Fajar.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×