Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. Tahun 2013 dibuka dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara bertahap hingga 15% di sepanjang tahun. Tentu saja kenaikan tarif ini berimbas pada industri properti, tak terkecuali pengembang properti ternama di Indonesia yakni Agung Podomoro Land.
Karena biaya naik, Agung Podomoro memutuskan menaikkan biaya perawatan gedung alias service charge untuk unit komersial mereka, terutama untuk pusat perbelanjaan dan juga apartemen.
"Kenaikan TDL tahun membuat kenaikan biaya service charge sebesar 10% hingga 20%," kata F. Justini Omas, Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk kepada Kontan di Jakarta, Selasa (5/2).
Perlu diketahui, service charge dibebankan kepada pemilik tenant di pusat perbelanjaan. Namun begitu, saat ini Agung Podomoro belum memberlakukan tarif baru, namun begitu perseroan melihat kenaikan service charge merupakan sesuatu yang sulit dihindari.
Pengembang pusat perbelanjaan Senayan City dan Pullman Jakarta Central Park hotel ini memastikan bahwa, kenaikan TDL berdampak langsung kepada para tenant, mal milik Agung Podomoro Land. Hanya saja, dikarenakan kenaikan TDL dilakukan secara bertahap maka untuk sekarang dampaknya belum kelihatan.
"Dampaknya mungkin sekitar April baru akan kelihatan," tandas Justini. Namun diungkapkan Justini, kenaikan service charge tak bisa naik drastis karena mereka sudah memiliki perjanjian kontrak yang diteken para tenant.
Tak hanya mal, apartemen juga akan mengalami kenaikan biaya service charge. Adapun kenaikan biaya service charge untuk apartemen diperkirakan sekitar 10 hingga 20%. "Kami sedang memikirkan sejauh mana dampak kenaikan TDL ini," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News