kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Siapapun Pendistribusi BBM PSO, Pengawasan Harus Ketat


Rabu, 04 Agustus 2010 / 10:38 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan kualitas bahan bakar bersubsidi. Sehingga kejadian rusaknya ratusan fuel pump mobil pribadi dan taksi tidak perlu terjadi.

"Sekarang kan sudah mulai terbuka pendistribusi BBM bersubsidi nya. Siapa pun pemainnya, seharusnya diawasi secara ketat proses produksi maupun distribusi BBM nya," kata Gunadi, Rabu (4/8).

Menurutnya, Suzuki sebagai salah satu merek mobil yang dipasarkan Indomobil juga mengalami masalah kerusakan fuel pump. Namun, jumlahnya tidak sebanyak klaim yang disebutkan Honda maupun Toyota.

"Suzuki memang lebih kecil kasusnya. Namun saya tidak mau sembarang menuding, selama investigasi yang dilakukan pemerintah belum selesai karena ini merupakan masalah umum," pungkasnya.

Akhir pekan lalu, Dirjen Minyak dan Gas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo menegaskan bahwa pihaknya masih terus akan melakukan pengecekan sampling terkait dengan kerusakan fuel pump mobil.

Evita mengatakan, pemerintah tidak menemukan adanya penurunan kualitas premium milik PT Pertamina (Persero). “Kita sudah cek dan semuanya baik-baik saja. Spesifikasi bagus, sulfur bagus, air bagus. Pasokan dari kilang Balongan juga bagus,” kata Evita, Kamis (29/7).

Meski dirinya memastikan kesalahan bukan kepada premium, Evita belum berani mengatakan siapa yang salah dalam tragedi fuel pump tersebut. Evita hanya menyarankan kepada para pemilik kendaraan yang di atas tahun 2005 menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Karena untuk kendaraan di atas tahun 2005, BBM yang dipakai harus menggunakan oktan 91 sementara untuk kualitas premium masih menggunakan oktan 88.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×