kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

SiCepat Perkuat Segmen B2B dan Kemitraan Drop Point pada Semester II-2026


Jumat, 28 Agustus 2026 / 15:32 WIB
SiCepat Perkuat Segmen B2B dan Kemitraan Drop Point pada Semester II-2026
ILUSTRASI. SiCepat Ekspres (Dok/SiCepat Ekspres)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT SiCepat Ekspres Indonesia melihat prospek bisnis logistik masih positif hingga akhir 2026. Perusahaan akan memperkuat pertumbuhan bisnis, terutama pada segmen business-to-business (B2B), sekaligus memperluas jaringan kemitraan drop point.

Director of Commercial & External Affairs PT SiCepat Ekspres Indonesia, Imam Sedayu, mengatakan perkembangan bisnis SiCepat sepanjang semester I-2026 menunjukkan tren positif. Hal tersebut salah satunya tercermin dari pertumbuhan segmen B2B.

Hingga penghujung tahun, perusahaan akan memfokuskan pertumbuhan bisnis pada penguatan segmen B2B serta ekspansi kemitraan drop point.

Baca Juga: CBN Jadi Mitra ISP Pertama Wasabi Technologies di Indonesia

"Sepanjang semester I-2026, SiCepat memiliki perkembangan bisnis yang positif, dibuktikan dengan peningkatan pada segmen B2B di bulan Juli sebesar 52%," ujar Imam, kepada Kontan.co.id, Kamis (27/8). 

Memasuki semester II-2026, SiCepat melihat ruang pertumbuhan bisnis logistik masih terbuka. Perusahaan menilai paruh kedua tahun ini menjadi periode yang penting bagi industri logistik karena memasuki momentum peak season.

Imam mengatakan, periode peak season berlangsung mulai Agustus hingga akhir tahun. Sejumlah momentum belanja dan perayaan diperkirakan dapat mendorong peningkatan aktivitas pengiriman.

"Secara umum, periode ini merupakan momentum peak season yang berlangsung mulai Agustus hingga akhir tahun, dengan berbagai momen yang dapat mendorong peningkatan aktivitas pengiriman, seperti Harbolnas, tanggal kembar, hari raya, hingga perayaan tahun baru," jelasnya.

Dari sisi segmen pelanggan, SiCepat melihat sektor fast moving consumer goods (FMCG), fashion, health and beauty, serta kosmetik sebagai sejumlah segmen yang memiliki potensi cukup besar.

Menurutnya, produk-produk dari sektor tersebut umumnya memiliki jangkauan pasar yang luas di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini menciptakan kebutuhan terhadap dukungan logistik yang mampu mendistribusikan produk secara efisien, baik antarkota maupun antarpulau.

Di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat, SiCepat menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan volume pengiriman sekaligus memperkuat posisi bisnis. Strategi tersebut mencakup diversifikasi layanan, penguatan jaringan, serta peningkatan kinerja operasional.

Dari sisi layanan, SiCepat menghadirkan berbagai pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, termasuk dari segmen B2B yang menjadi salah satu fokus pertumbuhan perusahaan.

Sejalan dengan pengembangan layanan, perusahaan juga terus memperkuat jaringan guna menopang pertumbuhan bisnis B2B. Sementara itu, peningkatan kinerja operasional menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

"Di sisi lain, peningkatan kinerja operasional menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas dan pengalaman pengiriman tetap terjaga," imbuhnya.

Hadapi tekanan biaya operasional

Meski prospek bisnis dinilai positif, SiCepat tetap menghadapi sejumlah tantangan industri sepanjang tahun ini. Tekanan biaya operasional, fluktuasi nilai tukar, harga bahan bakar minyak (BBM), serta daya beli masyarakat menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Di tengah kondisi tersebut, persaingan industri yang semakin ketat juga menuntut perusahaan untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.

"Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi biaya distribusi sekaligus terhadap permintaan layanan logistik," ungkapnya.

Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat Bisnis Hunian Lewat Danantara Housing Expo 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×