kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Sido Muncul (SIDO) Buka Suara Soal Pembatalan Cukai Minuman Berpemanis


Jumat, 20 Juni 2025 / 04:15 WIB
Sido Muncul (SIDO) Buka Suara Soal Pembatalan Cukai Minuman Berpemanis
ILUSTRASI. Fasilitas produksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Sido Muncul (SIDO) tengah mempersiapkan peluncuran produk minuman berpemanis non-karbonasi yang lebih sehat, guna menjawab tren konsumen muda


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tengah mempersiapkan peluncuran produk minuman berpemanis non-karbonasi yang lebih sehat, guna menjawab tren konsumen muda serta memperluas pasar di segmen Gen Z dan milenial.

Direktur Utama SIDO, David Hidayat, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengantisipasi dinamika industri minuman serta membidik peluang pertumbuhan jangka menengah, terutama setelah pemerintah membatalkan rencana penerapan cukai minuman berpemanis.

“Pembatalan kebijakan cukai minuman berpemanis adalah katalis positif bagi industri. Sido memiliki potensi pertumbuhan yang cukup bagus di segmen minuman, khususnya ready to drink (RTD). 

Kami akan terus mengembangkan distribusi RTD, terutama menjelang musim kemarau dan libur panjang,” ujar David kepada KONTAN, Kamis (19/6).

Baca Juga: Cukai Minuman Berpemanis Batal Diterapkan pada 2025, Ini Tanggapan GAPMMI

SIDO, lanjut David, tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga mengedepankan inovasi produk dengan pendekatan nilai tambah dan kesehatan. 

"Kami menyiapkan pipeline produk minuman berpemanis non-karbonasi yang lebih sehat dan sesuai tren pasar. Produk baru ini ditargetkan untuk memperluas jangkauan konsumen Gen Z dan milenial,” jelasnya.

Mengacu pada data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), potensi pertumbuhan industri minuman berpemanis di Indonesia diperkirakan mencapai 6% per tahun. 

Sido Muncul pun memanfaatkan tren ini untuk memperbesar pangsa pasar di segmen RTD.

“Kami melihat peluang besar di segmen value-for-health, di mana herbal dan RTD bisa saling berkonvergensi,” ujar David.

Dari sisi pengembangan produk, SIDO mengintegrasikan pendekatan research and development berbasis konsumen, termasuk reformulasi dengan pengurangan gula tanpa mengurangi rasa. 

“Inovasi akan difokuskan pada pengembangan formulasi fungsional, seperti penggabungan ekstrak herbal alami, untuk diferensiasi produk dan memberikan nilai tambah,” imbuhnya

Untuk memperluas pasar, SIDO juga akan memperkuat distribusi melalui kanal tradisional dan modern, serta meningkatkan penetrasi ke pasar digital. 

“Kami juga akan memperkuat pemasaran berbasis digital untuk meningkatkan awareness dan memperluas preferensi konsumen atas produk kami,” pungkas David.

Baca Juga: Tantangan Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Saat Daya Beli Melemah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×