kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.970   46,00   0,26%
  • IDX 6.188   -54,31   -0,87%
  • KOMPAS100 806   -6,84   -0,84%
  • LQ45 616   -4,92   -0,79%
  • ISSI 214   -1,33   -0,62%
  • IDX30 341   -2,77   -0,81%
  • IDXHIDIV20 429   -0,57   -0,13%
  • IDX80 92   -0,78   -0,84%
  • IDXV30 116   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 110   -0,44   -0,40%

Sistem pembayaran digital Tokopedia adalah Ovo


Kamis, 06 Desember 2018 / 22:33 WIB
ILUSTRASI. Tokopedia


Reporter: | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menggandeng Ovo, Tokopedia mengklaim para pengguna bisa memanfaatkan ragam pembayaran digital di sana. Sebab, Ovo sudah menggandeng Grab. Alhasil, fitur Grab pun bisa dimanfaatkan para pengguna Tokopedia.

Seperti contoh untuk ride hailing, food delivery, logistik, hingga jaringan offline. “Kerjasama ini bisa cepat mewujudkan inklusi keuangan dan mendorong pemerataan ekonomi secara digital,” ujar Alfredo Setiabudi, Head of Product, Payment & Logistics Tokopedia, Senin (3/12).

Beberapa cara pembayaran Ovo adalah Ovo Cash. Di layanan ini, pengguna bisa memakai untuk pembayaran. Selain itu juga  untuk melakukan pembayaran di berbagai merchant, isi ulang (top up) dan cek saldo.

Ada juga Ovo Points yang sama seperti Ovo Cash. Bedanya adalah Ovo Cash bisa top up sedangkan Ovo Points adalah points yang akan diperoleh pengguna setiap melakukan transaksi di Tokopedia.

“Pengguna bisa mendapatkan cashback ataupun bonus dari setiap transaksi yang dilakukan, dan dapat digunakan sebagai salah satu metode pembayaran,” Katanya.

Selain itu, Tokopedia juga menyediakan sistem pembayaran lewat transfer virtual account, transfer bank, pembayaran instan, Kredivo, Tunai di gerai retail seperti Indomart, Ceriamart, Alfamart, Alfamidi, Kioson, Circle K, dan lain-lain.

Alfredo menjelaskan Tokocash sepenuhnya menjadi Ovo dengan kerjasama ini. Sayang, ia tidak bisa merinci target lonjakan transaksi. "Mohon maaf, kami tidak berkomentar apapun terkait transaksi,” tuturnya.

Tokopedia berencana untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia. Layanannya  sudah ada di lebih dari 93% kecamatan di Indonesia dengan jumlah pengguna 90 juta pengguna

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×