kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Sistem pembayaran digital Tokopedia adalah Ovo


Kamis, 06 Desember 2018 / 22:33 WIB
Sistem pembayaran digital Tokopedia adalah Ovo
ILUSTRASI. Tokopedia


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menggandeng Ovo, Tokopedia mengklaim para pengguna bisa memanfaatkan ragam pembayaran digital di sana. Sebab, Ovo sudah menggandeng Grab. Alhasil, fitur Grab pun bisa dimanfaatkan para pengguna Tokopedia.

Seperti contoh untuk ride hailing, food delivery, logistik, hingga jaringan offline. “Kerjasama ini bisa cepat mewujudkan inklusi keuangan dan mendorong pemerataan ekonomi secara digital,” ujar Alfredo Setiabudi, Head of Product, Payment & Logistics Tokopedia, Senin (3/12).

Beberapa cara pembayaran Ovo adalah Ovo Cash. Di layanan ini, pengguna bisa memakai untuk pembayaran. Selain itu juga  untuk melakukan pembayaran di berbagai merchant, isi ulang (top up) dan cek saldo.

Ada juga Ovo Points yang sama seperti Ovo Cash. Bedanya adalah Ovo Cash bisa top up sedangkan Ovo Points adalah points yang akan diperoleh pengguna setiap melakukan transaksi di Tokopedia.

“Pengguna bisa mendapatkan cashback ataupun bonus dari setiap transaksi yang dilakukan, dan dapat digunakan sebagai salah satu metode pembayaran,” Katanya.

Selain itu, Tokopedia juga menyediakan sistem pembayaran lewat transfer virtual account, transfer bank, pembayaran instan, Kredivo, Tunai di gerai retail seperti Indomart, Ceriamart, Alfamart, Alfamidi, Kioson, Circle K, dan lain-lain.

Alfredo menjelaskan Tokocash sepenuhnya menjadi Ovo dengan kerjasama ini. Sayang, ia tidak bisa merinci target lonjakan transaksi. "Mohon maaf, kami tidak berkomentar apapun terkait transaksi,” tuturnya.

Tokopedia berencana untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia. Layanannya  sudah ada di lebih dari 93% kecamatan di Indonesia dengan jumlah pengguna 90 juta pengguna

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×