kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.497   -33,00   -0,19%
  • IDX 6.726   -132,69   -1,93%
  • KOMPAS100 895   -21,14   -2,31%
  • LQ45 658   -11,39   -1,70%
  • ISSI 243   -4,74   -1,91%
  • IDX30 372   -5,17   -1,37%
  • IDXHIDIV20 456   -5,80   -1,26%
  • IDX80 102   -2,01   -1,93%
  • IDXV30 130   -1,78   -1,35%
  • IDXQ30 119   -1,29   -1,07%

Smelter merugikan, Bos Freeport: PT Smelting saja baru beri deviden setelah 20 tahun


Rabu, 14 Oktober 2020 / 19:08 WIB
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tonny Wenas kembali membeberkan tidak ekonomisnya proyek smelter tembaga. Hitungan Tony, ada kerugian sekitar US$ 300 juta per tahun yang harus ditanggung saat proyek smelter tembaga PTFI itu dibangun.

Dia membeberkan, pendapatan utama smelter datang  dari Treatment Charge and Refining Charge (TCRC). Dengan kapasitas smelter 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan menelan investasi sebesar US$ 3 miliar, nilai TCRC yang dibutuhkan agar ekonomis mesti di angka US$ 52 sen per pon.

Namun, nilai TCRC saat ini hanya di kisaran US$ 26 sen per pon tembaga, dan diproyeksikan stagnan dalam beberapa tahun ke depan.  Artinya, ada kerugian atau loss sebesar US$ 26 sen per pon tembaga. Dalam perhitungannya, selisih tersebut setara dengan kerugian US$ 300 juta per ton.

Baca Juga: Pasca Mengempit INCO, Mind Id Akan Mengembangkan Tambang Emas di Blok Wabu

"Penambang memberikan subsidi US$ 300 juta per tahun. Ini akan berdampak bagi pemegang saham, bagi pemerintah juga akan berdampak," kata Tony dalam webinar yang digelar Rabu (14/10).

Lebih lanjut, dia bilang bahwa produk katoda tembaga dari smelter PTFI juga terpaksa akan diekspor. Pasalnya, 50% produksi dari smelter tembaga yang ada sekarang, yakni PT Smelting sudah mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. "Dengan begitu subsidi US$ 300 juta itu juga ikut diekspor," imbuh Tony.

Asal tahu saja, hingga September 2020, progres smelter tembaga PTFI baru mencapai 5,86%. Hingga Agustus 2020, proyek yang berlokasi di JIIPE Gresik, Jawa Timur itu sudah menyerap investasi sekitar US$ 303 juta.

Kini proyek smelter tersebut masih terhambat karena adanya pandemi virus corona atawa Covid-19. "Karena para pemasok utama kami, dari Finlandia, Kanada dan Jepang sangat terdampak (Covid-19)," ungkap Tony.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×