kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Soal lonjakan tagihan, PLN: Maaf, komunikasi kami belum maksimal


Rabu, 17 Juni 2020 / 17:17 WIB
Soal lonjakan tagihan, PLN: Maaf, komunikasi kami belum maksimal
ILUSTRASI. Logo PLN


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Dalam agenda RDP hari ini, PLN mendapat sorotan soal komunikasi yang dinilai masih perlu banyak perbaikan terlebih pasca kejadian melonjaknya tagihan rekening listrik pelanggan di Juni 2020.

Anggota Komisi VII DPR RI Rudi Masud menilai komunikasi PLN jadi salah satu penyebab terjadinya kisruh soal tagihan listrik.

Baca Juga: Simak cara klaim token subsidi listrik PLN pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

"Ini menunjukkan bahwa tata tertib dan keterbukaan PLN ini masih sangat kurang dalam melaksanakan, mensosialisasikan, baik melalui media masa atau medsos, sehingga di suasana pandemi ini menjadi seolah-olah PLN tidak lagi berada kepada masyarakat kecil," tutur Rudi.

Senada, Anggota Komisi VII dari Fraksi PKB Ratna Juwita Sari menuturkan, perubahan kebijakan seharusnya disampaikan langsung kepada pelanggan.

"Ini persoalan serius menurut kami. Jadi mungkin yang bisa ditekankan di sini, masyarakat hari ini menanggung beban. Selama ini PLN telah mendefinisikan problem ini secara sepihak, masyarakat dipaksa memahami definisi ini," tandas Juwita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×