kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Soal Wacana Kecepatan Internet Minimal 100 Mbps, Begini Tanggapan Biznet


Kamis, 01 Februari 2024 / 13:12 WIB
Soal Wacana Kecepatan Internet Minimal 100 Mbps, Begini Tanggapan Biznet
ILUSTRASI. Menkominfo berencana menetapkan batas minimal kecepatan internet tetap (fixed broadband) di Indonesia minimal 100 Mbps.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi berencana menetapkan batas minimal kecepatan internet tetap (fixed broadband) di Indonesia minimal 100 Mbps.

Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan ASEAN yang memiliki kecepatan internet rendah. Okkla, perusahaan pembuat aplikasi speedtest yang digunakan untuk mengukur kecepatan internet merilis laporan Speedtest Global Index terbaru edisi Desember 2023.

Laporan tersebut mencatat Indonesia menduduki peringkat 9 (24,96 Mbps), di susul peringkat 10 Myanmar (21,29 Mbps), dan peringkat terakhir Timor Leste (4,16 Mbps). Singapura menjadi peringkat teratas dengan kecepatan 93,42 Mbps.

Baca Juga: Wacana Kecepatan Internet Minimal 100 Mbps, Begini Tanggapan Indosat

Berdasarkan data per Desember 2023, kecepatan internet mobile Indonesia hanya mencapai 24,96 Mbps, untuk jaringan fix broadband 27,87 Mbps. Tarif fixed broadband Indonesia berada di angka Rp 280.000 dan tertinggi di Rp 1.100.000.

Vice President Marketing Biznet Rian Surachman mengatakan, penetapan dari pemerintah mengenai kecepatan atau kapasitas minimal bandwidth di Indonesia menurut Biznet justru akan mendukung dan semakin membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih maju, karena bandwidth 100 Mbps pastinya akan menjanjikan koneksi lebih cepat, serta menjadikan kualitas kestabilan koneksi Internet di Indonesia lebih baik lagi.

"Biznet terus berupaya untuk memperluas jaringan Internet kami hingga mencapai berbagai lokasi serta pelosok di Indonesia, karena hal itu sesuai dengan visi dan misi kami untuk menghubungkan seluruh rakyat Indonesia serta mengurangi kesenjangan digital di Indonesia," kata Rian kepada KONTAN, Kamis (1/2).

Ia menjelaskan, infrastruktur yang Biznet bangun serta jasa yang ditawarkan tidak hanya diperuntukkan kepada kota-kota besar saja, namun juga menghadirkan layanan dengan akses Internet yang optimal untuk kota-kota kecil dan sekitarnya. Biznet berharap agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan koneksi Internet yang lebih cepat dan berkualitas, sehingga aktivitas digital mereka lebih lancar dan pada akhirnya dapat membantu generasi muda untuk bertransformasi menjadi masyarakat digital kreatif, serta mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. 

Sementara itu, Biznet memberikan berbagai pilihan paket layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, pilihan bandwidth utama yang ditawarkan kepada konsumen untuk layanan Biznet Home saat ini sudah tersedia mulai dari 150 Mbps dengan harga mulai dari Rp 375,000 per-bulan.

Baca Juga: Kominfo Rencanakan Kecepatan Internet Minimal 100 Mbps, MyRepublic Sambut Baik

"Sejak Januari 2024, kami telah berinisiatif untuk meningkatkan bandwidth yang diberikan tanpa menaikkan harga berlangganan, kami rasa harga tersebut masih sangat terjangkau mengingat besarnya nilai bandwidth yang didapatkan oleh pelanggan," ujar Rian.

Menurut dia, mengingat aktivitas masyarakat yang kini semua sudah serba digital melalui Internet, wacana kecepatan internet minimal 100 Mbps tentu mempengaruhi daya beli konsumen untuk internet itu sendiri, dengan kata lain kebutuhan internet pun tentu akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Biznet berinovasi menghadirkan layanan Internet Biznet Home dengan berbagai pilihan kapasitas bandwidth besar, sesuai kebutuhan masing-masing individu, maka pada bulan Januari 2024 ini Biznet telah menaikkan kapasitas bandwidth mulai dari 150 Mbps hingga maksimal di 300 Mbps," pungkas Rian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×