kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Stock beras 7 bulan bisa menyusut lebih awal


Rabu, 19 November 2014 / 22:51 WIB
Stock beras 7 bulan bisa menyusut lebih awal
ILUSTRASI. Film Oppenheimer, salah satu film terbaru dari Christopher Nolan yang wajib dinantikan di tahun 2023 ini.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Meski Badan Urusan Logistik (Bulog) menjamin ketersediaan besar sampai tujuh bulan ke depan, bukan berarti selama tujuh bulan stock beras di pasar melimpah. Sebab, mundurnya musim tanam dapat membuat stock yang diperkirakan aman tujuh bulan bakal habis lebih awal.

Winarno Tohir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menghitung jika setiap rumah tangga menyimpan stock beras sekitar 10 kilogram (kg) sampai 20 kg. Artinya secara total nasional rumah tangga memiliki sekitar 1 juta ton sampai 1,5 juta ton. Ditambah beras cadangan yang dimiliki Bulog sebesar 1,9 juta ton.

Namun ia menghitung, stock selama tujuh bulan bisa saja menyusut lebih awal, mengingat musim tanam mundur selama dua bulan. Jika sebelumnya musim tanam harusnya dimulai pada Oktober. Namun baru akan dimulai Desember mendatang.

Itu pun kata Winarno kalau kondisi Desember curah hujannya terbilang normal. Kalau curah hujan tinggi dan berakibat banjir otomatis musim tanam mundur lagi hingga Januari. Kondisi ini akan berujung pada kenaikan harga beras setelah bulan Maret sampai April mendatang. Belum lagi, kemampuan Bulog yang mampu menyerap panen padi mendatang.

“Pemerintah harus menjaga semangat petani untuk menanam padi dengan menaikkan harga pokok penjualan (HPP) beras sebesar Rp 900 menjadi Rp 7.500,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×