kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Stok Gula Nasional Terancam El Nino, Begini Saran Pengamat


Selasa, 25 Juli 2023 / 16:33 WIB
ILUSTRASI. Pedagang menyusun bungkusan gula di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

Sebelumnya pengamat ekonomi LPEM FEB UI Teuku Riefky mengungkapkan idealnya, HAP gula berada di level Rp 15-16 ribu per kg. 

“Apabila dinaikkan ke level level 15-16 ribu/kg relatif bisa mengimbangi kenaikan harga gula di level global, sehingga berpotensi menjaga keseimbangan pasokan akibat mekanisme pasar dengan adanya penyesuaian harga di pasaran,” ungkap Riefky. 

Pemerintah juga harus serius dalam menyikapi penetapan HAP gula ini mengingat gula merupakan salah satu komoditas penting yang berpotensi memicu inflasi yang tidak terkendali maupun kekisruhan seperti kasus kelangkaan minyak goreng yang terjadi pada tahun 2022 yang lalu. 

“Berkaca dari pengalaman kelangkaan minyak goreng tahun lalu, diperlukan adanya usaha pemerintah untuk menjaga kecukupan stok gula domestik. Potensi kelangkaan gula di dalam negeri memiliki risiko yang relatif tinggi menimbang sudah masuknya tahun politik," pungkas Riefky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×