kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Stok Jagung Menipis Jadi Penyebab Harga Pakan Tinggi


Senin, 18 September 2023 / 20:45 WIB
Stok Jagung Menipis Jadi Penyebab Harga Pakan Tinggi
ILUSTRASI. Peternak mengeluhkan tingginya harga pakan. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/Spt.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peternak mengeluhkan tingginya harga pakan. Hal ini menyebabkan kerugian tingkat peternak karena menyebabkan kenaikan ongkos produksi. 

Merespons hal ini, Direktur Stabiliasasi dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan tingginya harga pakan jagung hari ini lantaran kurangnya stok jagung dalam negeri. 

Sebenarnya, Bapanas sudah melakukan subsidi transportasi untuk mendistribusikan pakan jagung dari petani ke peternak. Namun ia mengakui bahwa hari ini pihaknya juga kesulitan mencari pasokan pakan jagung. 

"Ketersediaan jagung hari ini sangat sulit, di mana petani saat ini yang panen jagung? Sehingga bagaimana kita mau melakukan distribusi ketika barangnya tidak ada," kata Maino pada Kontan.co.id, Senin petang (18/9). 

Baca Juga: DPR: Karut Marut Industri Perunggasan Karena Pemerintah Tak Punya Data Akurat

Kurangnya stok ini ia akui akan sulit mengembalikan harga pakan jagung sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) jagung yang ditetapkan yaitu Rp 5.000/kg. 

Untuk itu, salah satu hal yang bisa didorong saat ini adalah peningkatan produksi jagung yang di gawangi oleh Kementerian Pertanian (Kementan). 

"Karena kalau barangnya gaada pasti butuh effort yang luar biasa agar jagung kembali ke HAP," tutur Maino. 

Sebelumnya, Wakil Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Hidayaturrahman meminta agar pemerintah melakukan evaluasi harga jagung sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang sudah ditetapkan yaitu Rp 5.000/kg. 

Ia katakan bahwa harga pakan jagung di pasar saat ini sudah lebih tinggi dari pada HAP yang ditetapkan. Sementara pihaknya mendapat tekanan tidak dapat menaikkan harga telur karena berkaitan dengan isu menjaga inflasi. 

Baca Juga: Harga Pakan Tinggi, Peternak Minta Pemerintah Evaluasi Harga Jagung Sesuai HAP

"Mestinya disediakan jagung yang sifatnya bukan subsidi tapi ketersediaan sesuai dengan HAP. Kalau ongkos produksi naik namun harga dikunci, peternak ini menjadi korban yang di tengah," tutur Hidayatullah. 

Malansir data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (18/9) harga jagung di tingkat peternak rerata nasional naik 0,60% menjadi Rp 6.760/kg. Nilai tersebut memang lebih tinggi dari HAP jagung yaitu Rp 5.000/kg. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×