Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dorongan transisi energi, perusahaan tidak hanya dituntut menjaga produksi tetap berjalan, juga beradaptasi dengan target keberlanjutan. Keseimbangan antara ketahanan operasional dan komitmen terhadap pengurangan emisi menjadi semakin penting.
Nah, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya untuk menjaga ketahanan produksi sekaligus mendorong transformasi menuju industri rendah karbon. Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira menyampaikan, keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan.
“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon bukan lagi pilihan, tapi sebuah keniscayaan. Industri harus tetap berjalan,di saat yang sama target-target iklim juga harus dicapai,” ujar Yehezkiel, dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Dari sisi operasional, Pupuk Indonesia mengedepankan kemandirian bahan baku sebagai fondasi ketahanan industri. Ketersediaan gas alam domestik menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas produksi pupuk nasional, bahkan di tengah potensi gangguan rantai pasok global.
Yehezkiel mencontohkan, risiko gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi sekitar 30% pasokan urea dunia tidak berdampak terhadap Indonesia. Kini Pupuk Indonesia memiliki pasokan urea kuat. Ditopang oleh kapasitas produksi, serta ketersediaan bahan baku gas alam dari dalam negeri.
Baca Juga: Indonesia Bidik Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk Urea di Tengah Gangguan Pasokan Global
BUMN itu menargetkan produksi urea sekitar 7,8 juta ton pada tahun ini, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton. Kondisi surplus produksi ini memastikan pasokan dalam negeri tetap aman, sekaligus memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk berperan sebagai stabilisator pasokan urea global.
“Namun perlu kami tekankan, bahwa komitmen kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” terangnya.
Perusahaan ini juga memperkuat strategi dekarbonisasi melalui pengembangan portofolio energi bersih. Salah satu fokus adalah clean ammonia. Mencakup green ammonia berbasis energi terbarukan, serta blue ammonia yang memanfaatkan teknologi carbon capture, utilization and storage (CCUS).
Pendekatan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap gas alam sekaligus menekan emisi dari proses produksi.
Sejalan dengan itu, Pupuk Indonesia juga mendorong transisi energi bersih melalui rencana pengembangan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur. Inisiatif ini bagian dari dukungan terhadap program pemerintah menuju B50, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Lalu ada program berbasis alam melalui nature-based solutions (NBS). Termasuk pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan kelompok tani. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung penyerapan emisi sekaligus memperkuat sektor pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













