kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Strategi Prime Agri Resources (SGRO) Optimalkan Produktivitas CPO hingga Akhir 2026


Rabu, 29 Juli 2026 / 17:02 WIB
Strategi Prime Agri Resources (SGRO) Optimalkan Produktivitas CPO hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Pemerintah Aceh tetapkan harga TBS kelapa sawit (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan produktivitas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) milik perusahaan.

Head of Investor Relations Prime Agri Resources Stefanus Darmagiri mengatakan, hingga akhir tahun ini, perusahaan berfokus menerapkan best agronomy practices dengan beberapa cara.

Pertama, SGRO akan terus melanjutkan program intensifikasi yang telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti mekanisasi, sistem pengelolaan air (water management system), dan peningkatan infrastruktur.

"Kami juga melakukan kegiatan penanaman kembali (replanting) untuk menjaga rata-rata umur tanaman perusahaan yang optimum," katanya kepada Kontan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Prime Agri Resources (SGRO) Bidik Peluang Perbaikan Kinerja dari Program B50

Selanjutnya, Prime Agri Resources disebut akan menggenjot digitalisasi untuk mengoptimalkan pengawasan, efektivitas produksi, hingga efisiensi kerja di kebun.

"Langkah-langkah ini  diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perusahaan," imbuh Stefanus.

Meski tak jumbo, SGRO tetap menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) yang bertumbuh 1% pada tahun 2026.

Seiring dengan itu, Stefanus bilang pihaknya menargetkan produksi TBS yang lebih baik pada semester kedua dibandingkan separuh pertama tahun ini.

Dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex), perusahaan mengalokasikan Rp 600 miliar sampai Rp 800 miliar hingga akhir tahun. Di mana, sekitar 44% digunakan untuk kegiatan perkebunan dan 56% lainnya untuk kegiatan non-perkebunan, termasuk penambahan aset tetap.

"Adapun realisasi capex kuartal pertama telah mencapai Rp 117 miliar. Sebesar 71% untuk belanja aset perkebunan dan sisanya 29% untuk belanja aset tetap," tambah Stefanus.

Secara keseluruhan, pada semester kedua tahun ini, ia mengungkap perusahaan akan tetap berfokus pada pengembangan bisnis eksisting melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan optimalisasi kinerja aset.

"Strategi ini merupakan langkah untuk memperkuat kinerja dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan," imbuh Stefanus.

Baca Juga: Prime Agri (SGRO) Andalkan Program B50 untuk Jaga Stabilitas Harga CPO di 2026

Meskipun, perusahaan tak memerinci angka target pertumbuhan kinerja dibanding tahun lalu. Pasalnya, lanjut Stefanus, target kinerja Prime Agri Resources dipengaruhi oleh harga jual CPO global yang sangat bergantung oleh mekanisme pasar, cuaca, dan volatilitas harga.

Kendati demikian, dengan strategi bisnis yang dilakukan, perusahaan berharap masih mampu meraup kinerja keuangan yang tetap solid, seiring harga CPO yang diproyeksikan tetap stabil hingga akhir tahun.

"Selain itu, dengan program biodiesel 50% (B50) yang implementasinya telah dimulai pada pertengahan 2026, kami berharap harga CPO akan tetap solid pada tahun 2026," tandas Stefanus. Memang, kinerja keuangan perusahaan hingga kuartal I-2026 tercatat menurun.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan SGRO sebesar Rp 1,25 triliun sepanjang kuartal I-2026 atau turun 23,06% secara tahunan (yoy) dari Rp 1,63 triliun.

Baca Juga: Gapki: Kebutuhan CPO untuk Program B50 Bisa Tembus 17 Juta Ton pada 2027

Dari bottom line, laba bersih juga menurun 67,7% yoy ke level Rp 107,93 miliar dari Rp 334,23 miliar pada kuartal I-2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×