Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mendorong pemanfaatan pemeriksaan kesehatan saluran cerna berbasis teknologi sebagai bagian dari peningkatan kualitas diagnosis klinis.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice” yang digelar pada 25 April 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi sarana edukasi bagi tenaga medis untuk memahami perkembangan diagnostik modern dalam penanganan gangguan saluran cerna.
“Melalui Seminar Nasional Dokter ke-20 ini, Prodia ingin menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan tantangan praktik kedokteran saat ini. Kami percaya inovasi diagnostik seperti gut health testing dapat membantu dokter mengambil keputusan klinis yang lebih cepat, tepat, dan personal bagi pasien,” ujar Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, Business and Marketing Director Prodia dalam keterangannya, Selasa (28/5/2026).
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Semen Rendah Karbon
Seiring meningkatnya kompleksitas kasus gangguan pencernaan, PRDA menilai pendekatan berbasis data menjadi semakin penting. Gejala seperti diare, nyeri perut, hingga kembung kerap memiliki penyebab berbeda sehingga membutuhkan metode diagnosis yang lebih presisi.
Dalam seminar tersebut, berbagai pendekatan pemeriksaan diperkenalkan, mulai dari deteksi biomarker inflamasi usus hingga analisis microbiome untuk melihat keseimbangan bakteri dalam saluran cerna. Metode ini dinilai dapat membantu dokter menentukan terapi secara lebih tepat serta mengurangi pendekatan trial and error.
“Keluhan saluran cerna sering kali tampak serupa, namun penyebabnya bisa sangat berbeda. Dengan dukungan pemeriksaan penunjang yang tepat, dokter dapat menentukan terapi secara lebih terarah dan mengurangi trial and error dalam penanganan pasien,” ungkap Ari Fahrial Syam.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat ekosistem digital melalui aplikasi Prodia for Doctor yang memungkinkan tenaga medis mengakses layanan dan informasi pemeriksaan secara lebih cepat.
“Kami percaya masa depan layanan kesehatan tidak hanya ditopang oleh inovasi diagnostik, tetapi juga oleh ekosistem digital yang memudahkan kolaborasi antara laboratorium dan tenaga medis. Melalui Prodia for Doctor, kami ingin menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan relevan dengan kebutuhan dokter saat ini,” tambah Dr. Indriyanti.
Baca Juga: Bundamedik (BMHS) Siapkan Capex Rp 217 Miliar pada 2026, Tambah Kapasitas Rumah Sakit
Ke depan, PRDA akan melanjutkan program edukasi melalui roadshow di 10 kota hingga September 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tenaga medis terhadap teknologi diagnostik berbasis data.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












