Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Voksel Electric Tbk (VOKS) memandang outlook tahun 2026 secara optimistis. Emiten yang bergerak di industri kabel ini mengejar pertumbuhan pendapatan dengan target kenaikan dobel digit dibandingkan capaian 2025.
Direktur Utama Voksel Electric, Hua Shun menjelaskan bahwa target peningkatan pendapatan VOKS didukung oleh prospek industri kabel yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan. Secara industri, permintaan kabel masih didorong oleh proyek-proyek kelistrikan, telekomunikasi dan infrastruktur.
Meski begitu, VOKS tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang masih membayangi, terutama dari sisi persaingan harga dan volatilitas bahan baku. Oleh sebab itu, VOKS mengusung strategi untuk fokus pada peningkatan efisiensi operasional, pengembangan produk dengan nilai tambah dan margin lebih baik, serta diversifikasi pasar guna menjaga daya saing dan profitabilitas.
Baca Juga: Astrindo (BIPI) Teken MoU Jual Beli Gas dengan Indogas Kriya
Strategi tersebut diharapkan bisa mendongkrak pendapatan sembari menjaga perolehan laba VOKS tetap positif. "Kinerja laba diperkirakan tetap positif, didukung oleh upaya berkelanjutan dalam menjaga efisiensi biaya dan meningkatkan produktivitas di seluruh lini operasional," ungkap Hua Shun kepada Kontan.co.id, Kamis (26/2/2026).
Bersamaan dengan itu, VOKS berencana menggelar ekspansi secara terukur, sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi dan kemampuan operasional. Strategi ini menjadi bagian dari upaya VOKS menjaga pertumbuhan tetap berkelanjutan dan prudent.
Dari sisi pemasaran, penjualan VOKS hingga Desember 2025 masih didominasi pasar domestik dengan kontribusi sekitar 97%. Sedangkan porsi ekspor baru menyumbang sekitar 3% dari total penjualan. Adapun, tujuan pasar ekspor VOKS mencakup sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa.
"Ke depan, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memperkuat penetrasi di pasar domestik sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor, didukung kolaborasi dengan principal/HQ guna memperkuat daya saing di pasar global," terang Hua Shun.
Di sisi lain, Hua Shun mengatakan bahwa alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) VOKS akan bersifat fleksibel. Dia menjelaskan, capex VOKS akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas produksi, terutama untuk mendukung pasar kabel kawat tembaga.
Strategi ini dilakukan melalui investasi pada mesin dan peralatan, sekaligus melanjutkan realisasi yang telah dimulai pada tahun 2025. "Besaran anggaran bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional, serta kondisi keuangan perusahaan," tandas Hua Shun.
Baca Juga: AGTI Sambut Baik ART dengan AS, Buka Peluang Pertumbuhan Ekspor Tekstil dan Garmen
Selanjutnya: Bos BRI Ungkap Kisi-kisi Dividen Tahun Buku 2025
Menarik Dibaca: Jadwal Tukar Uang Baru BI Jogja Periode 2, Catat Tanggal Pentingnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)