kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

SUNI Bidik Pendapatan Rp 1,15 Triliun, Targetkan Pabrik RTM-2 Beroperasi Tahun Ini


Senin, 22 Juni 2026 / 19:59 WIB
SUNI Bidik Pendapatan Rp 1,15 Triliun, Targetkan Pabrik RTM-2 Beroperasi Tahun Ini
RUPST dan Pembagian Dividen PT Sunindo Pratama Tbk (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Target tersebut akan mendorong permintaan untuk produk penunjang aktivitas migas yang memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Semakin pemerintah mengusahakan kenaikan (lifting), tentunya akan menimbulkan peningkatan permintaan, ini sangat positif bagi industri kami," ujar Freddy.

Guna menangkap peluang tersebut, SUNI pun segera mengoperasikan proyek ekspansi di anak usahanya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM). SUNI menargetkan Fasilitas pabrik ke-2 RTM bisa beroperasi pada kuartal IV-2026.

Freddy mengungkapkan bahwa secara fisik, konstruksi pabrik RTM-2 sudah rampung dan memulai proses commissioning untuk uji coba mesin. Namun, SUNI masih menunggu sertifikasi IPA terlebih dulu sebelum berproduksi secara komersial.

Baca Juga: Digital Realty Bersama Beberkan Ekspansi Bisnis Data Center di Kuartal I-2026

"Jadwal yang kami terima di bulan Juli akan ada audit API. Semoga setelah proses audit selesai, kami bisa segera mendapatkan sertifikasi API. Secara fisik, pabrik sudah siap. Kami harapkan kuartal keempat sudah bisa beroperasi," ungkap Freddy.

Freddy mengatakan bahwa kontribusi dari pengoperasian pabrik TRM-2 baru akan terasa signifikan pada tahun depan.

Freddy belum membeberkan secara rinci dampak pengoperasian TRM-2 terhadap kinerja SUNI. Harapan Freddy, ekspansi ini bisa mendongkrak pendapatan sekitar 20% - 25%.

"Tapi itu juga tergantung perkembangan pasar, karena kami juga sedang mengembangkan produk-produk baru, pasar baru akan kami masukkan. Jadi kami belum bisa memastikan secara pasti berapa, karena saat ini kami sedang mempelajari pasarnya seperti apa untuk produk-produk itu, termasuk untuk ekspor," terang Freddy.

Adapun, pada tahun ini SUNI menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 50 miliar yang akan digunakan untuk tahap akhir penyelesaian proyek RTM-2.

Baca Juga: Penjualan DSFI Naik 16% pada Kuartal I, Ini Faktor Pendorongnya

"Intenal kas kami sudah cukup, karena sebenarnya proyek sudah selesai, tinggal bayar retensi dan pembayaran-pembayaran akhir saja," imbuh Freddy.

Freddy menambahkan, saat ini SUNI memiliki arus kas yang cukup kuat berkat pembayaran yang telah diterima pada tahun lalu. Oleh sebab itu, SUNI pun percaya diri untuk menebar dividen kepada para pemegang sahamnya.

SUNI mengalokasikan sebesar Rp 25 miliar atau 13,01% dari laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai.

Pembagian dividen ini sudah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada Senin (22/6/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×