kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Sunindo Adipersada (TOYS) Revisi Target Penjualan Tahun Ini Jadi Rp 150 Miliar


Kamis, 14 Juli 2022 / 20:16 WIB
Sunindo Adipersada (TOYS) Revisi Target Penjualan Tahun Ini Jadi Rp 150 Miliar
ILUSTRASI. Produsen mainan boneka anak, PT Sunindo Adipersada. Tantangan bisnis tahun ini masih cukup banyak, Sunindo merevisi target penjualannya tahun ini.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) menyebut tantangan bisnis di tahun ini masih cukup banyak. Tak ayal, perusahaan yang bergerak di bisnis mainan tersebut memutuskan merevisi target penjualannya di tahun ini.

Direktur Utama Sunindo Adipersada Iwan Tirtha mengatakan, setelah melalui berbagai rapat manajemen dan mempertimbangkan banyak hal, pihaknya mengubah target penjualan di tahun ini dari Rp 200 miliar menjadi Rp 150 miliar.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pengganjal bagi bisnis TOYS di tahun ini. Di antaranya konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung kelar dan krisis ekonomi mulai mendera Amerika Serikat yang bisa berdampak secara luas.

“Ada beberapa order dan pengiriman produk yang terpaksa mengalami penundaan, terutama oleh pelanggan yang berasal dari negara-negara yang terdampak konflik dan krisis ekonomi,” kata Iwan dalam paparan publik virtual, Kamis (14/7).

Baca Juga: Pendapatan Sunindo Adipersada (TOYS) Menyusut 13,19% Sepanjang 2021

Di samping itu, belum berakhirnya pandemi Covid-19 menjadi faktor lainnya yang membuat TOYS mengurangi target penjualan di tahun ini. Tak hanya itu, tingginya biaya logistik dan siklus bisnis yang semakin panjang juga menjadi tantangan bagi TOYS pada saat ini.

Iwan memberi contoh, biaya pengiriman barang ekspor ke Los Angelos, Amerika Serikat, bisa melambung hingga lebih dari 8 kali lipat di tahun 2021 lalu, terutama ketika puncak pandemi Covid-19. Tahun ini, biaya pengiriman tersebut mulai mengalami penurunan, tapi belum bisa menyamai level seperti sebelum pandemi.

Akibat dari beberapa faktor tadi, laba kotor TOYS tergerus 49,77% year on year (yoy) pada kuartal I-2022 menjadi Rp 1,11 miliar. Beruntung, TOYS masih bisa meraup kenaikan penjualan 6,47% (yoy) menjadi Rp 12,83 miliar di kuartal pertama lalu.

Masih di kuartal I-2022, sebanyak 40% penjualan TOYS ditujukan ke pasar Eropa, 20% Amerika, 20% Australia, 15% domestik, dan 5% Asia. Capaian ini tampak berbeda dengan kondisi di kuartal I-2021 lalu, di mana 30% penjualan TOYS diarahkan ke Eropa, kemudian 25% Amerika, 15% Australia, 15% domestik, 10% Timur Tengah, dan 5% Asia.

Baca Juga: Ekonomi AS Menurun, Sunindo Adipersada Turut Mengalami Penurunan Permintaan Ekspor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×