kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Suplai bahan baku terhambat, SULI fokus efisiensi di tahun ini


Senin, 15 Februari 2021 / 19:22 WIB
ILUSTRASI. SLJ Global


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT SLJ Global Tbk tahun ini masih fokus melakukan efisiensi. Hal tersebut menyusul terjadinya kelangkaan bahan baku.

Wakil Direktur Utama SLJ Global, David menyebutkan terjadi peningkatan permintaan. Selain itu, harga jual juga turut meningkat sekitar 20% sejak awal tahun. Sayangnya, kondisi cuaca saat ini mengakibatkan suplai bahan baku terhambat. Akibatnya, harga bahan baku pun turut meningkat. "Kenaikan harganya lebih kurang 20%," ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (15/2).

Dengan begitu, ia menyebut utilisasi pabrik pun juga mengalami penurunan. Hanya saja, ia tidak menyebutkan secara spesifik terkait utilisasi pabriknya saat ini. Yang jelas, David mengaku saat ini masih memiliki order pending selama 3 bulan. "Sekarang strategi kami hanya bertahan dengan melakukan efisiensi di semua bidang karena cuaca itu faktor eksternal yang tidak bisa kami kendalikan," lanjutnya.

Baca Juga: Fasilitas GSP diperpanjang, begini dampaknya ke penjualan SLJ Global (SULI)

Dengan kondisi itu, David bilang tahun ini perusahaan juga tidak menganggarkan belanja modal. "Kami masih mengalami kerugian sehingga cukup berat untuk working capital. Jadi, mungkin hanya untuk perbaikan mesin saja jika ada yang rusak karena produksi harus tetap berjalan," sebutnya.

Dari sana, emiten berkode saham SULI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga masih akan fokus pada pasar eksisting seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan Australia. Adapun, dari target pasar tersebut Amerika dan Korea masih menjadi kontributor ekspor utama perusahaan.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, hingga kuartal III-2020 pendapatan SULI tercatat sebesar US$ 40,4 juta atau turun 21,1% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 51,21 juta. Sementara, bottom line SULI mencatat kenaikan rugi bersih sebesar US$ 12,58 juta.

Selanjutnya: Efek Domino Corona (Covid-19), Biaya Kontainer Menanjak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×