kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Suplai DOC diatur, peternak belum untung


Selasa, 27 Mei 2014 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Layar monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/12/2022).KONTAN/Baihaki/30/12/2022


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kebijakan pemerintah mengerek harga ayam dan telur di tingkat peternak dengan mengatur suplai ayam usia sehari atau day old atau Day Old Chicks (DOC) nampaknya telah berhasil. Namun, sayang kenaikan harga jual tersebut tidak dapat dinikmati karena harga pakan yang melambung.

Soeyanto peternak ayam layer (petelur) di Tangerang mengatakan, saat ini harga jual telur berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram (kg). "Padahal BEP (Break Event Point) kita Rp 17.500 per kg-Rp 18.000 per kg," kata Soeyanto, Selasa (27/5).

Harga jual telur saat ini diakui Soeyanto mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun yang masih berada di kisaran Rp 13.000 per kg. Namun, kenaikan harga jual telur tersebut tidak sepadan dengan harga pakan yang terus melambung. Akibatnya peternak mengaku rugi dan tidak menikmati hasil dari kebijakan pemerintah dalam mengatur suplai DOC tersebut.

Catatan saja, saat ini harga pakan berada di kisaran Rp 5.000 per kg. "Di awal tahun harga pakan masih di bawah harga saat ini, dan ke depan harga pakan akan naik lagi. Sebenarnya, bagi peternak harga jual rendah tetapi harga pakan tidak mahal sudah cukup," kata Soeyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×