kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.738   -120,76   -1,76%
  • KOMPAS100 896   -19,37   -2,12%
  • LQ45 659   -11,01   -1,64%
  • ISSI 244   -4,18   -1,69%
  • IDX30 372   -4,60   -1,22%
  • IDXHIDIV20 456   -5,82   -1,26%
  • IDX80 102   -1,83   -1,76%
  • IDXV30 130   -1,92   -1,46%
  • IDXQ30 119   -1,20   -0,99%

Suplai DOC diatur, peternak belum untung


Selasa, 27 Mei 2014 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Layar monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/12/2022).KONTAN/Baihaki/30/12/2022


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kebijakan pemerintah mengerek harga ayam dan telur di tingkat peternak dengan mengatur suplai ayam usia sehari atau day old atau Day Old Chicks (DOC) nampaknya telah berhasil. Namun, sayang kenaikan harga jual tersebut tidak dapat dinikmati karena harga pakan yang melambung.

Soeyanto peternak ayam layer (petelur) di Tangerang mengatakan, saat ini harga jual telur berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram (kg). "Padahal BEP (Break Event Point) kita Rp 17.500 per kg-Rp 18.000 per kg," kata Soeyanto, Selasa (27/5).

Harga jual telur saat ini diakui Soeyanto mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun yang masih berada di kisaran Rp 13.000 per kg. Namun, kenaikan harga jual telur tersebut tidak sepadan dengan harga pakan yang terus melambung. Akibatnya peternak mengaku rugi dan tidak menikmati hasil dari kebijakan pemerintah dalam mengatur suplai DOC tersebut.

Catatan saja, saat ini harga pakan berada di kisaran Rp 5.000 per kg. "Di awal tahun harga pakan masih di bawah harga saat ini, dan ke depan harga pakan akan naik lagi. Sebenarnya, bagi peternak harga jual rendah tetapi harga pakan tidak mahal sudah cukup," kata Soeyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×