Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026.
Neraca perdagangan Februari 2026 tercatat meningkat 33,7% secara bulanan (month-to-month/mtm) ke US$ 1,27 miliar dari capaian Januari 2026 di level US$ 0,95 miliar. Surplus Februari 2026 ditopang kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan surplus US$ 2,19 miliar, sementara sektor migas defisit US$ 0,92 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, capaian ini sekaligus memperpanjang tren surplus perdagangan Indonesia menjadi 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Baca Juga: RI Perluas Sumber Pasokan BBM untuk Antisipasi Ketegangan Geopolitik
“Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang terus menjadi motor penggerak utama surplus neraca perdagangan kita,” kata Budi dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (7/4/2026).
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada dua bulan pertama tahun ini alias Januari–Februari 2026 terpantau surplus sebesar US$ 2,23 miliar. Surplus tersebut berasal dari surplus nonmigas sebesar US$ 5,42 miliar, yang menutup defisit migas sebesar US$ 3,19 miliar.
Berdasarkan mitra dagangnya, surplus terbesar selama dua bulan pertama 2026 diperoleh dari Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 3,11 miliar, diikuti India US$ 2,29 miliar, dan Filipina US$ 1,54 miliar. Sementara itu, defisit terdalam terjadi dengan Tiongkok sebesar US$ 4,99 miliar, disusul Australia US$ 1,69 miliar, dan Singapura di level US$ 1,48 miliar.
Adapun di sisi ekspor saja, pada periode Februari 2026, nilai ekspor tercatat US$ 22,17 miliar, cenderung moderat dengan tumbuh tipis 0,05% mtm dari Januari 2026. Secara tahunan, capaian ini juga hanya meningkat 1,01% dibanding Februari tahun lalu.
Budi menjelaskan, pertumbuhan ini didorong ekspor nonmigas yang naik 1,30% di tengah penurunan ekspor migas sebesar 4,25% yoy.
Kemudian, secara kumulatif Januari–Februari 2026, total ekspor mencapai US$ 44,32 miliar atau tumbuh 2,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 2,82% menjadi US$ 42,35 miliar, sementara ekspor migas turun 9,75% ke level US$ 1,97 miliar.
Baca Juga: Tanpa Insentif, Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik Naik 2 Kali Lipat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













