kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

RI Perluas Sumber Pasokan BBM untuk Antisipasi Ketegangan Geopolitik


Selasa, 07 April 2026 / 21:00 WIB
RI Perluas Sumber Pasokan BBM untuk Antisipasi Ketegangan Geopolitik
ILUSTRASI. Pemerintah membuka opsi impor BBM dari negara mana pun, termasuk Rusia. Ini langkah antisipasi menjaga stok energi nasional di tengah ketegangan global. (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah mendorong pemerintah Indonesia memperluas jangkauan sumber pasokan energi. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah membuka peluang untuk mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari negara mana pun, termasuk Rusia.

Bahlil menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketersediaan BBM agar pasokan energi di dalam negeri tetap stabil.

"Kalau sudah jadi saya akan kabari ya, tapi sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus negara, pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita milih-milih sekarang," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Pengusaha Tambang dan Smelter Menghadapi Tekanan Biaya Akibat Gejolak Timur Tengah

Diversifikasi sumber pasokan dilakukan karena persaingan mendapatkan BBM di pasar internasional semakin sengit. Menurut Bahlil, stok di pasar global kini menjadi rebutan banyak negara, sehingga pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan sumber tradisional.

"Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain. Bayangkan sekarang ini orang sudah melakukan tender aja barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi," jelasnya.

Situasi pasar yang volatil membuat posisi tawar pembeli menjadi lebih menantang. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan berbagai alternatif pengadaan energi untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat konflik di Timur Tengah, yang bisa berdampak pada stok domestik.

"Jadi kita sekarang membuat beberapa alternatif yang penting bagi kita adalah bagi pemerintah adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada," pungkas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×