kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tak hanya soal ekonomi dan ketahanan energi, ini pentingnya pembangunan kilang


Senin, 07 Desember 2020 / 15:21 WIB
Tak hanya soal ekonomi dan ketahanan energi, ini pentingnya pembangunan kilang
ILUSTRASI. Kilang minyak Pertamina


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Madja Fahmy Radhi menyampaikan, pengembangan dan pembangunan kilang juga penting untuk memproduksi BBM dengan kualitas yang lebih ramah lingkungan. Sehingga nantinya produk BBM bisa dihasilkan dengan standar Euro-4.

"Pada saat diberlakukan Euro-4, seluruh kebutuhan BBM akan di impor dalam jumlah besar. Pembangunan dan upgrade kilang untuk menghasilkan BBM dengan standar Euro-4 suatu keniscayaan, yang prospektif dalam memenuhi permintaan konsumen," ungkap Fahmy.

Di sisi lain, proyek kilang ini juga bisa melepaskan Indonesia dari ketergantungan impor BBM. Dalam hal ini, Fahmy juga menegaskan bahwa upgrade dan pembangunan kilang penting dalam memberantas praktik korupsi dalam impor BBM, atau yang dalam beberapa waktu belakangan dikenal dengan mafia migas.

Baca Juga: Ini 5 rencana strategis pemerintah kembangkan bahan bakar nabati

"Selain prospek, kedua tujuan (ketahanan energi dan memberantas mafia migas) harus dapat dicapai. Jadi perlu dipastikan dan dicegah agar mafia migas tidak lagi intervensi dalam pembangunan dan upgrade kilang," ujar Fahmy yang pernah menjabat sebagai anggota tim pemberantasan mafia migas tersebut.

Komisi VII DPR RI yang membidangi urusan energi juga mendorong proyek kilang di dalam negeri agar bisa terakselerasi. Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno menyampaikan, pengembangan dan pembangunan kilang baru dibutuhkan untuk mengolah produksi minyak (lifting) yang ditargetkan akan meningkat, bahkan hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2030 sesuai target yang sudah dicanangkan.

Saat ini, lifting minyak masih sekitar 700.000 barel per hari. "Sehingga target yang telah dicanangkan peningkatan lifting minyak itu bisa diantisipasi. Jadi kilang itu sangat penting, sehingga pengolahannya bisa dilakukan di dalam negeri" kata Eddy.

Oleh sebab itu, lanjut Eddy, Komisi VII DPR RI mendorong percepatan proyek kilang PT Pertamina (Persero) sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). "Kami juga ingin meminta agar pembangunan tersebut bisa terakselarasi, mengingat memang saat ini kebutuhan kita untuk mengolah di dalam negeri perlu ditingkatkan dalam rangka mengurangi impor BBM," tegas Eddy.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII pada Oktober lalu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa modernisasi kilang lama dan pembangunan kilang baru akan membuat perubahan pada konfigurasi jenis minyak mentah (crude) yang akan diolah.

Baca Juga: Pertamina akan tutup sejumlah kilang, apa kata Ahok?

Pasalnya, kilang-kilang Pertamina saat ini masih didesain untuk mengolah jenis crude dengan pasokan (supply) yang cukup langka. "Kondisi hari ini, jenis crude yang bisa diolah di kilang kita ini sangat terbatas jumlahnya, sekitar 3% dari supply crude dunia. Ini yang menyebabkan terjadinya harga yang lebih tinggi karena masalah supply dan demand yang tidak seimbang," jelas Nicke.

Dengan adanya modernisasi dan pembangunan kilang baru, maka pengolahan jenis crude bisa lebih fleksible. Sehingga, bisa menekan Harga Pokok Produksi menjadi lebih ekonomis. "Dengan demikian nantinya kita harapkan harga BBM akan semakin kompetitif, semakin affordable bagi masyarakat Indonesia," pungkas Nicke.

Selanjutnya: Sempat merugi, Pertamina yakin bisa cetak laba bersih US$ 800 juta di 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×