Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. TBS Foundation, lembaga nirlaba yang didirikan oleh PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), sukses menggelar Greenovate 2026. Ini sebuah ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi bisnis berkelanjutan sekaligus mempertemukan talenta muda dengan dunia industri, akademisi, dan investor.
Pemenang Greenovate 2026 telah diumumkan pada 5 Agustus 2026. Para pemenang terpilih dari delapan tim finalis yang lolos dari lebih dari 150 ide bisnis berkelanjutan yang diajukan oleh lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 66,2% tim peserta berasal dari luar Pulau Jawa.
Sebelum Grand Final, seluruh finalis mengikuti rangkaian pembinaan dan mentoring bersama delapan mentor dari berbagai sektor, termasuk energi, keberlanjutan, bisnis, teknologi, dan investasi. Selama proses itu, peserta memperoleh pendampingan untuk menyempurnakan model bisnis, strategi implementasi, serta pengukuran dampak sosial dan lingkungan dari inovasi yang mereka kembangkan.
Chairwoman TBS Foundation, Juli Oktarina, mengatakan Greenovate merupakan bagian dari komitmen TBS Foundation untuk mencetak generasi muda yang mampu mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui inovasi dan kolaborasi.
Baca Juga: Inovasi Hijau Berbasis Masyarakat Terus Didorong
"Greenovate menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan ide, memperoleh masukan dari para praktisi, serta membangun jejaring guna mewujudkan inovasi yang berdampak," ujar Juli dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Pada Grand Final Greenovate 2026, The Triple A dari Institut Teknologi Bandung meraih Juara 1 melalui inovasi Spark Go!, yang mengembangkan pemanfaatan second-life baterai kendaraan listrik menjadi portable power station berbasis konsep Energy as a Service (EaaS). Inovasi ini dinilai mampu mendukung pengelolaan limbah baterai dan transisi menuju ekonomi sirkular.
Juara 2 diraih Beanefit dari Universitas Tanjungpura melalui inovasi cookies berbahan ampas kopi, sedangkan Juara 3 diraih Powerhart dari Universitas Gadjah Mada melalui material elektroda superkapasitor berbahan tandan kosong kelapa sawit. Selain itu, Helio East dari Universitas Cenderawasih meraih penghargaan Best Innovative Idea dan Puruno dari Universitas Tanjungpura sebagai Best Teamwork.
Para pemenang mendapatkan total hadiah Rp 65 juta. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek inovasi, kelayakan bisnis, potensi implementasi, serta dampak sosial dan lingkungan. Greenovate 2026 juga menunjukkan tingginya peran generasi muda dalam menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi untuk mendukung ekonomi hijau berkelanjutan.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Perkuat Inovasi Hijau
Salah satu tim juri, Roderick Purwana menilai kompetisi ini menunjukkan kemampuan generasi muda dalam menghadirkan solusi lingkungan berbasis sains dan teknologi yang berpotensi dikembangkan secara komersial. “Dukungan ekosistem melalui infrastruktur, pendampingan, dan investasi penning untuk mempercepat inovasi menuju pasar,” ujarnya.
Greenovate juga menyoroti peran perempuan dalam bidang STEM, dengan 15 dari 24 finalis merupakan perempuan. Program ini didukung delapan mentor, termasuk enam perempuan berpengalaman di sektor energi, keberlanjutan, bisnis, dan teknologi, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem talenta hijau Indonesia yang inklusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
