Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman dengan portofolio merek unggulan INACO, meluncurkan produk barunya bernama Miroo Jelly.
Produk jelly premium ini merupakan jelly dengan tekstur yang lebih kenyal, cita rasa buah asli, serta teknologi kemasan Dual V-Cut yang dirancang untuk memberikan pengalaman konsumsi yang lebih praktis.
Langkah meluncurkan produk Miroo Jelly merupakan strategi memperkuat daya saing jangka panjang melalui inovasi produk.
Dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, melalui konsep "Sobek, Kenyot, Nikmat", produk ini menghadirkan cara menikmati jelly yang lebih mudah tanpa mengurangi karakteristik rasa dan teksturnya. Teknologi Dual V-Cut memungkinkan konsumen menikmati produk melalui dua tahapan.
Baca Juga: Pemerintah Benahi Kinerja BUMD Air Minum, Percepat Perluasan Layanan SPAM
Sobekan pertama (No-Drip) dirancang agar sari buah dapat dinikmati tanpa mudah menetes, sedangkan sobekan kedua (Full Bite) membuka kemasan secara penuh sehingga jelly dapat disantap dalam satu gigitan.
Pengembangan kemasan tersebut merupakan bagian dari upaya JELI menghadirkan produk yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memberikan kenyamanan dalam konsumsi.
Miroo Jelly tersedia dalam lima pilihan rasa, yaitu Jambu, Blueberry, Persik, Markisa, dan Mix Berry, hadir dalam kemasan bernuansa colorful dan cheerful serta dikemas dalam outerbag berisi 10 sachet jelly premium sehingga memberikan beragam pilihan bagi konsumen.
Peluncuran produk baru ini merupakan bagian dari strategi JELI untuk diversifikasi kategori produk, penetrasi pasar ekspor, peningkatan basis konsumen, dan diproyeksikan mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan pada periode mendatang.
"Kami melihat peluncuran produk baru ini sebagai salah satu pengungkit utama pertumbuhan JELI ke depan. Investasi yang kami lakukan hari ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek jangka panjang bisnis," ujar Adhi Lukman Direktur JELI dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (6/8/2026).
Sepanjang paruh pertama 2026, JELI mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 212 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 322 miliar. JELI mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 39,53 miliar untuk periode tersebut.
Manajemen memandang penting untuk menempatkan hasil ini dalam konteks yang tepat, karena dinamika kinerja Perseroan pada dasarnya tidak mengikuti pola kalender fiskal konvensional (kuartal I - kuartal IV) melainkan lebih ditentukan oleh momentum musiman (seasonality) bisnis Perseroan dan siklus restocking distributor menjelang hari raya/liburan.
Apabila berkaca pada tahun sebelumnya, JELI mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 16,16 miliar pada paruh pertama 2025, namun berhasil membukukan laba bersih positif untuk keseluruhan tahun 2025 sebesar Rp 39,36 miliar.
Pola ini konsisten dengan adanya pergeseran momentum hari raya/liburan setiap tahunnya, puncak kinerja Perseroan pun turut bergeser mengikuti kalender tersebut, sehingga hal ini tidak sama dengan pola musiman ritel pada umumnya yang dikaitkan dengan momentum akhir tahun.
Dengan demikian, evaluasi kinerja JELI secara kuartalan maupun paruh-tahunan perlu mempertimbangkan posisi relatif momentum hari raya/liburan pada tahun berjalan, alih-alih menggunakan kerangka kalender kuartalan yang bersifat tetap.
Kinerja kuartal II-2026, JELI menunjukkan pemulihan yang solid, dengan pendapatan tumbuh 22,9% yoy menjadi Rp 86 miliar. Kenaikan biaya pokok yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan mendorong laba bruto meningkat 41,2% yoy, sementara margin laba bruto membaik menjadi 27,91% yoy dari 24,29% yoy, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan kualitas profitabilitas.
Berdasarkan pola historis tersebut, manajemen meyakini bahwa kinerja enam bulan pertama 2026 mencerminkan dinamika musiman yang serupa, dan bukan indikasi pelemahan fundamental bisnis JELI.
Baca Juga: Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK, Investasi Tambang Bawah Tanah Butuh Kepastian Izin
Ke depannya, manajemen tetap optimistis terhadap prospek kinerja JELI hingga akhir tahun 2026, didukung oleh pola musiman historis yang menunjukkan pemulihan kinerja pada semester kedua, peluncuran produk baru sebagaimana, yang diharapkan membuka sumber pendapatan tambahan, serta efisiensi biaya, ekspansi distribusi dan ekspansi pasar ekspor.
"Kami memahami fokus investor atas hasil semester pertama ini. Namun berdasarkan pengalaman tahun lalu serta inisiatif yang tengah kami jalankan, kami optimis Perseroan dapat membukukan perbaikan kinerja yang berarti pada semester kedua tahun ini," tambah Adhi Lukman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
