kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tambah tiga hektare lahan baru, diharapkan bisa berkontribusi bagi pendapatan IPCC


Minggu, 15 Juli 2018 / 22:38 WIB
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham IPCC di BEI


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menargetkan pendapatan di akhir tahun ini tumbuh 38%. Anak usaha Pelindo II ini masih akan fokus pada jasa pelayanan terminal kendaraan.

Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, kapasitas tampung kendaraan akan ditingkatkan dari saat ini 700.000 unit kendaraan per tahun menjadi 2,1 juta unit kendaraan per tahun. "Tahun ini nambah 3 hektare (ha) lagi," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (15/7).

Chiefy belum bisa menjelaskan berapa daya tampung kendaraan untuk setiap satu hektarnya. Tapi yang jelas, tambahan lahan 3 ha itu sudah akan berkontribusi bagi pendapatan perusahaan yang ditargetkan naik 38% dibanding tahun lalu itu. "Bulan Agustus 1 hektar sudah berkontribusi," jelasnya.

Saat ini untuk tambahan lahan 1 ha yang akan beroperasi masih dalam tahap pemadatan. Sisa 2 ha lainnya masih pada proses pemagaran karena berbatasan dengan pemukiman warga.

Sebagai catatan, IPCC berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp 920 miliar dari hasil initial public offering (IPO). Dari dana itulah sebagaian akan digunakan untuk penambahan lahan tersebut.

Tahun 2017, IPCC membukukan pendapatan Rp 422,1 miliar, naik 34,3% dibandingkan 2016 sebesar Rp 314,3 miliar. Laba kotor naik 26,8% menjadi Rp 208,6 miliar dari Rp 164,5 miliar, dan laba bersih IPCC tumbuh 32,2% menjadi Rp 130,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×