kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tangki Penampung CPO di Telukbayur Penuh


Jumat, 09 Oktober 2009 / 19:46 WIB
Tangki Penampung CPO di Telukbayur Penuh


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Tangki penampung CPO (crude palm oil) di pelabuhan Telukbayur Padang saat ini penuh dan tidak bisa lagi menampung CPO dari pabrik. "Sementara tangki yang penuh itu itu tidak dipindahkan ke kapal kargo," kata Ketua Bidang Organisasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Bambang Aria Wisena (9/10).

Bambang bilang, penuhnya tangki itu membuat truk tangki pembawa CPO dihentikan menuju pelabuhan. Akibatnya, pabrik yang sudah mulai berproduksi di wilayah Sumbar juga ikut terhenti berproduksi karena barangnya tidak bisa dikirim. Bahkan, pengusaha CPO akhirnya memilih memarkirkan truk tangki pengangkut CPO di parkiran pabrik sambil menunggu pengapalan di pelabuhan normal.

Jika berlangsung lama, Bambang mengkhawatirkan adanya kerugian pada industri CPO. Sementara itu, pelabuhan Teluk Bayur lebih difokuskan untuk bongkar muat bantuan dan bersandarnya kapal-kapal untuk keperluan tanggap darurat. "Sekarang kalau produksi juga tidak bisa dikirim," tambah Bambang.

Sementara itu, Muhammad Suanto Staf Operasional PT Usaha Inti Padang ( pengolah CPO) mengaku khawatir dengan kondisi karyawan dan buruh yang bekerja di pabrik. "Mereka tidak bisa bekerja, sementara di sini ada buruh harian," jelas Suanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×