kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tantangan Semakin Berat, UMKM Bisa Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Untuk Berkembang


Jumat, 03 Oktober 2025 / 22:19 WIB
Tantangan Semakin Berat, UMKM Bisa Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Untuk Berkembang
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini menjadi tulang punggung perekonomian Asia Tenggara. Perkembangan teknologi digital, terutama kecerdasan buatan (AI), semakin membuka peluang bagi sektor ini untuk tumbuh dan bersaing.

Menjawab kebutuhan tersebut, ASEAN Foundation meluncurkan program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN). Program tersebut bekerja sama dengan sembilan organisasi dari negara-negara ASEAN dan menargetkan pelatihan AI bagi 100.000 pelaku UMKM di kawasan Asia Tenggara.

"Pelatihan ini untuk menjawab tantangan nyata UMKM. Materinya fokus pada penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, penjualan online, dan pengelolaan keuangan,” jelas  Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation dalam keterangan pers, Kamis (2/10).

Menurutnya, pelatihan AIM ASEAN disusun dengan pendekatan praktis dan menyesuaikan konteks lokal masing-masing negara. Harapannya, para pelaku UMKM bisa langsung mengaplikasikan AI dalam operasional harian mereka untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Baca Juga: Microsoft Ungkap 10 Profesi yang Berisiko Digantikan AI

Tak hanya pelatihan, program ini akan menggelar forum nasional dan regional yang melibatkan pembuat kebijakan dan para pakar. Tujuannya, membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM berbasis AI.

"Membantu UMKM memanfaatkan AI bukan hanya soal peningkatan efisiensi, tapi juga untuk mendorong kesejahteraan jangka panjang di Asia Tenggara,” tegasnya.

CEO AVPN, Naina Subberwal Batra menyampaikan, transformasi tenaga kerja di era AI adalah tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi berbasis dampak.

"Melalui AI Opportunity Fund, kami bekerja dengan mitra lokal yang memahami kebutuhan komunitas dan sektor masing-masing. Ini penting agar pelatihan tetap relevan, inklusif, dan mudah diakses,” jelas Naina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×