Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang 2026, PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan penjualan emas mencapai 830 ribu ons atau 26 ton, bersamaan dengan penjualan tembaga mencapai 1,1 miliar pon (pound) atau setara dengan 480 ribu ton.
"Pada tahun 2026, penjualan tembaga direncanakan mencapai 1,1 miliar pound atau setara 480 ribu ton. Sementara penjualan emas ditargetkan sebesar 830 ribu ounces atau sekitar 26 ton," ungkap VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati kepada Kontan, Jumat (30/01/2026).
Jika dibandingkan, target ini menyusut dibandingkan penjualan emas dan tembaga PTFI sepanjang 2025 yang mencapai 1,1 juta ons emas dan 1,2 miliar pon tembaga.
Adapun, usai insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada Senin malam, 8 September 2025. Saat ini, aktivitas penambangan PTFI hanya dilakukan pada dua tambang lainnya yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan dengan kapasitas sekitar 30% dari total produksi.
Baca Juga: Produksi Tembaga dan Emas Freeport 2025 Turun, FCX Andalkan Pemulihan GBC di 2026
Sedangkan target pengoperasian parsial tambang GBC kata Katri dapat dimulai secara bertahap pada akhir kuartal I-2026.
"Sehingga diperkirakan pasokan konsentrat ke smelter PTFI di KEK Gresik dapat kembali dimulai pada pertengahan kuartal II 2026," ungkap dia.
Sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) melaporkan bahwa operasional tambang GBC akan kembali berjalan mulai kuartal II-2026.
FCX juga menargetkan produksi tambang Freeport Indonesia bakal kembali ke level 85% dari produksi normal mulai semester II-2026.
Baca Juga: Produksi Emas 2026: Antam Optimalkan Produksi Pongkor dan Pasokan dari Freeport
FCX menjelaskan operasional Blok Produksi 2 dan Blok Produksi 3 tambang GBC bakal mulai berjalan pada kuartal II-2026. Sementara itu, Blok Produksi 1 ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
“Berdasarkan perkiraan saat ini, PTFI memperkirakan sekitar 85% dari total produksinya pada tingkat operasi normal akan pulih pada paruh kedua 2026,” tulis FCX dalam laporan resminya, Sabtu (24/1/2026).
“Tonggak penting yang diperlukan untuk memulai produksi di Blok Produksi 2 dan 3, termasuk pembersihan lumpur di area tambang, perbaikan infrastruktur pendukung, dan pemasangan penghalang pelindung, berjalan sesuai jadwal,” tegas FCX.
Baca Juga: Perbaikan Tambang, Freeport Indonesia Hanya Sanggup Produksi Emas 28 Ton pada 2026
Selanjutnya: Gaji Freelance Menggiurkan? Ini 11 Langkah Memulai Karier Freelancer Profesional
Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













