kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.837   50,00   0,30%
  • IDX 8.144   -2,90   -0,04%
  • KOMPAS100 1.147   1,01   0,09%
  • LQ45 834   1,55   0,19%
  • ISSI 286   -0,83   -0,29%
  • IDX30 436   3,16   0,73%
  • IDXHIDIV20 525   5,43   1,05%
  • IDX80 128   0,30   0,23%
  • IDXV30 143   1,14   0,80%
  • IDXQ30 141   1,22   0,87%

Target Penjualan Mobil Nasional 850.000 pada 2026, Menperin: Pemulihan Masih Bertahap


Kamis, 05 Februari 2026 / 12:47 WIB
Target Penjualan Mobil Nasional 850.000 pada 2026, Menperin: Pemulihan Masih Bertahap
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan proyeksi penjualan mobil nasional pada 2026 ditargetkan mencapai 850.000 unit.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan proyeksi penjualan mobil nasional pada 2026 ditargetkan mencapai 850.000 unit.

Dengan target tersebut, penjualan dibidik meningkat 5,4% dari realisasi penjualan sepanjang 2025 yang tercatat 803.687 unit.

Agus mengungkap, proyeksi ini mencerminkan pemulihan pasar otomotif yang masih berlangsung secara bertahap. 

“Target proyeksi 2026 tersebut masih belum cukup kuat menembus level penjualan di atas 1 juta unit seperti sebelum pandemi,” katanya dalam Opening Ceremony Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Soal Insentif Mobil Listrik 2026, Kemenperin: Masih Pembahasan

Permintaan pasar, lanjut Agus, tetap menjadi faktor penentu utama kinerja industri otomotif ke depan.

Sementara itu, data penjualan tahun 2025 disebut menunjukkan pasar domestik masih tertekan. Ini tercermin dari penjualan wholesale tercatat sebesar  803.687 unit, turun 7,2% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 856.723 unit.

Penurunan serupa juga terjadi pada penjualan ritel yang merosot 6,3%, dari 889.680 unit pada 2024 menjadi 833.712 unit pada 2025.

“Kontraksi ini mengindikasikan bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada sisi distribusi, tetapi juga mencerminkan melemahnya permintaan riil di tingkat konsumen seiring belum pulihnya konsumsi rumah tangga,” ungkap Agus.

Meskipun begitu, kinerja ekspor mampu menopang industri otomotif nasional. Sepanjang tahun 2025, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 518.212 unit, meningkat 9,7% dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 472.194 unit.

“Kinerja ini menunjukkan, Indonesia masih memiliki daya saing sebagai basis produksi otomotif global,” imbuh Agus.

Baca Juga: Intiland Jajaki Kerjasama dengan MRT Jakarta untuk Pengembangan Kawasan Terpadu

Selanjutnya: Promo HokBen Februari 2026 Gratis Fried Chicken, Berlaku Senin-Jumat

Menarik Dibaca: Detail Kamera Infinix Hot 60i: Hasil Potretnya Mengejutkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×