Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melihat prospek bisnis data center tetap positif di 2026, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.
SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengatakan, Telkom akan melanjutkan ekspansi data center dilakukan secara selektif, baik melalui peningkatan kapasitas di lokasi eksisting maupun pengembangan lokasi baru yang memiliki potensi permintaan tinggi dan konektivitas strategis.
“Investasi disiapkan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang kuat dan pengembalian investasi yang optimal,” ungkap Ahmad, kepada KONTAN, pada Rabu (21/1/2026).
Dia melanjutkan, digital infrastructure, termasuk data center, fiber, konektivitas internasional, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) akan menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan.
Baca Juga: Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Targetkan Pertumbuhan Konservatif pada 2026
Untuk menangkap peluang tersebut, Telkom melalui anak usahanya, NeutraDC, tengah mengembangkan Hyperscale Data Center Batam yang AI-ready dan berlokasi strategis di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, dan Riau).
Fasilitas ini memiliki kapasitas awal sebesar 18 MW dan dapat ditingkatkan hingga 54 MW. Hyperscale Data Center Batam juga telah memperoleh Uptime Institute Tier III Certification of Design Documents dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Selain pengembangan hyperscale data center, Telkom juga mengoptimalkan jaringan data center lokal melalui neuCentrIX untuk memperluas jangkauan layanan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Dengan strategi hyperscale sebagai core dan edge data center sebagai penguat, Telkom optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan pasar data center 2026 secara menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Ahmad.
Dalam aspek teknologi, Telkom akan mengedepankan penerapan standar global dengan tetap memperhatikan kebutuhan pasar. Komitmen terhadap efisiensi energi, green data center, serta keandalan dan keamanan juga menjadi prioritas utama.
Seiring dengan itu, Telkom mencatat tren permintaan layanan data center yang terus meningkat, didorong oleh akselerasi transformasi digital di berbagai sektor industri serta meningkatnya adopsi cloud, AI, dan big data.
“Pelanggan tidak hanya membutuhkan kapasitas yang andal, tetapi juga infrastruktur yang siap mendukung workload berintensitas tinggi dan kebutuhan jangka panjang,” jelas Ahmad.
Namun demikian, Telkom juga mencermati sejumlah tantangan utama, mulai dari tingginya kebutuhan investasi, ketatnya persaingan industri, hingga pengelolaan energi dan biaya operasional.
“Perusahaan merespons tantangan tersebut dengan tetap mengedepankan efisiensi, inovasi, dan tata kelola yang kuat, sesuai prinsip transformasi berkelanjutan TelkomGroup yang tentunya sejalan dengan tren industri dan perkembangan permintaan pasar,” sebutnya.
Sepanjang 2025, Telkom mencatat kinerja yang relatif solid dengan fundamental bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan persaingan industri.
Hingga kuartal III-2025, pendapatan konsolidasi mencapai Rp 109,6 triliun dengan EBITDA Rp 54,4 triliun dan margin sekitar 49%–50%, mencerminkan disiplin biaya dan ketahanan model bisnis.
Selanjutnya: Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ini Strategi Solikin M Juhro
Menarik Dibaca: Diskon Pepper Lunch 50%: BRI Beri Promo Kilat 3 Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













