kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Terpukul corona, bisnis Ever Shine Tex (ESTI) tertolong permintaan masker & APD


Minggu, 10 Mei 2020 / 14:33 WIB
Terpukul corona, bisnis Ever Shine Tex (ESTI) tertolong permintaan masker & APD


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Produsen tekstil, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) tengah berusaha mempertahankan bisnisnya di tengah badai covid-19. Hantaman wabah tersebut menggerus permintaan akan kain dan benang di pasaran baik pasar domestik maupun ekspor.

Beruntung masih ada permintaan datang dari kebutuhan industri garmen yang memproduksi masker kain dan Alat Pelindung Diri (APD) alias pakaian hazmat di dalam negeri.

Baca Juga: Ada perang dagang, kinerja Ever Shine Tex (ESTI) di 2019 diprediksi jeblok

"Permintaan dari garmen untuk masker dan APD lumayan membantu," ujar Erlien Lindawati Surianto, Direktur ESTI kepada Kontan.co.id, Jumat, kemarin (7/5).

Setidaknya permintaan tersebut masih membuat mesin pabrik ESTI tetap berjalan, dimana kapasitas terpasang per tahunnya diketahui mencapai 80 juta yard kain woven dan 1.500 kain rajut.

Namun permintaan ini belum mampu menutupi pasar tekstil secara umum, sehingga penjualan perusahaan sulit dikatakan bertumbuh.

"Dari sisi domestik, pasar tanah abang tutup dan berdampak bagi pasar kain lokal. Sedangkan ekspor, beberapa negara menerapkan lockdown," sebut Erlien. Dengan kondisi ini, perusahaan belum dapat menentukan target bisnis yang pasti.

Baca Juga: Terdampak virus corona, ekspor Ever Shine Tex (ESTI) di awal 2020 anjlok

Adapun sampai tahun 2019, ESTI membukukan pendapatan bersih US$ 29,89 juta atau turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 35,98 juta.

Penjualan ekspor turun paling dalam sebanyak 30% year on year (yoy) atau senilai US$ 10,29 juta saat itu.

Pasar ekspor tercatat berkontribusi 35% dari total revenue di 2019. Erlien mengatakan, perang dagang di tahun kemarin membuat produk tekstil asal China membanjiri pasar ekspor perusahaan.

Baca Juga: Puluhan saham mentok ke level gocap pada Februari 2020

Sementara dari sisi pasar domestik di 2019, ESTI mencatatkan penjualan sebanyak US$ 19,6 juta saat itu atau turun 7,6% yoy. Turunnya pendapatan bersih diikuti oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 13% yoy menjadi US$ 28,55 juta di tahun kemarin.

Sehingga laba kotor perseroan selama 2019 tercatat senilai US$ 1,33 juta atau anjlok 58% yoy. Alhasil bottomline ESTI mencatatkan nilai negatif US$ 2,79 juta pada tahun lalu, padahal di tahun sebelumnya perseroan masih membukukan laba bersih senilai US$ 1,41 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×