kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Terus merugi, Krakatau Steel mau gabung holding BUMN pertambangan?


Sabtu, 07 September 2019 / 21:50 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam tujuh tahun terakhir, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus merugi. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dikabarkan menjadi salah satu perusahaan yang bakal membenahi keuangan Krakatau Steel.

KRAS kabarnya bakal masuk dalam holding BUMN pertambangan yang dipimpin Inalum. Akan tetapi, hingga saat ini proses kajian untuk hal ini belum juga rampung.

Baca Juga: Butuh waktu minimal dua tahun, berikut strategi penyelamatan Krakatau Steel (KRAS)

Head of Corporate Communication Inalum Rendi Witular menyampaikan, rencana KRAS yang bakal bergabung holding BUMN pertambangan masih dalam proses kajian. "Masih dalam kajian, banyak hal (yang harus dibahas)," ungkapnya, Jumat (6/9).

Bahkan ia belum dapat menyebutkan kapan target proses kajian ini akan selesai. Yang terang banyak aspek yang harus mereka bahas tak terkecuali aspek keuangan. "Masih dalam proses pengerjaan," imbuhnya.

Jika rencana ini terealisasi, nantinya Inalum akan memiliki empat anak usaha.

Sebelumnya Inalum membawahi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, anggota indeks Kompas100), PT Bukit Asam Tbk (PTBA, anggota indeks Kompas100), dan PT Timah Tbk (TINS, anggota indeks Kompas100).

Baca Juga: Berpendapatan di atas US$ 1 miliar, 11 perusahaan Indonesia masuk daftar elit Forbes

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×