kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Thailand dan Vietnam jadi kontributor terbesar J&T Express di luar negeri


Rabu, 26 Agustus 2020 / 17:15 WIB
Thailand dan Vietnam jadi kontributor terbesar J&T Express di luar negeri
ILUSTRASI. Euforia festival belanja online tidak hanya dirasakan oleh pelaku jual beli online, tetapi juga J&T Express sebagai jasa pengiriman yang fokus pada bisnis e-commerce di Indonesia.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak dua tahun terakhir, PT Global Jet Express (J&T Express) fokus melebarkan sayap ke luar negeri. Terhitung, sudah lima negara yang mereka rambah: Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan yang paling anyar China. 

Robin Lo, CEO  J&T Express, mengatakan, diantara beberapa negara yang sudah perusahaannya rambah, pemasukan terbesar datang dari Thailand dan Filipina. J&T mulai masuk kedua negara tersebut sejak Maret 2019. 

“Dua negara tersebut merupakan negara yang e-commerce-nya cukup berkembang,” katanya, Rabu (23/8). 

Baca Juga: Ini strategi J&T Express kuasai pasar China

Dibandingkan dengan bisnis di Indonesia, saat ini kontribusi pemasukan dari luar negeri sudah mencapai sekitar 50%. Sayangnya, Robin tak bisa memerinci berapa persisnya nilai kontribusi dari luar negeri. 

Menurutnya, keberhasilan J&T Express tersebut tak lepas dari penerapan strategi bisnis yang tepat. Untuk masuk suatu negara tertentu, cara yang mereka lakukan belum tentu sama.

Misalnya saja, di Thailand, J&T Express lebih banyak memanfaatkan jalur darat ketika melakukan pengiriman. Sementara di Filipina pengiriman menggunakan jalur udara. 

“Ekspansi di luar negeri itu tantangannya kondisi lingkungan berbeda, kebijakan berbeda, dan kebudayaannya berbeda-beda,” ungkap Robin.

Baca Juga: J&T Express catatkan pengiriman 3 juta paket per hari pada ramadan lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×