kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Thailand ekspor 1.000 ton sawit CSPO


Kamis, 11 Juli 2013 / 14:32 WIB
Thailand ekspor 1.000 ton sawit CSPO
ILUSTRASI. Karyawan menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Erika Anindita | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Thailand, negara produsen minyak sawit terbesar ketiga di dunia, siap mengekspor minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (Certified Sustainable Palm Oil/CSPO).

CSPO yang diekspor itu sudah memenuhi skema sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Penjualan pertama CSPO dilakukan oleh Univanich Palm Oil PCL. Perusahaan ini akan mengekspor sekitar 1.000 ton CSPO ke pasaran Eropa.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima KONTAN, Kamis (11/7), Darrel Webber, Sekretaris Jenderal RSPO bilang, ada tiga tantangan utama bagi para petani dalam mendapatkan sertifikasi.

Tantangan itu adalah terbatasnya keahlian, minimnya pelatihan, kurangnya pengetahuan akan keuntungan di sertifikasi, serta kurangnya dukungan dana.

Saat ini, kapasitas produksi tahunan CSPO dunia di estimasi mencapai 8,6 juta metrik ton (15% produksi minyak sawit dunia). Selain Indonesia dan Thailand, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Brasil, Kolombia, serta Pantai Gading merupakan negara-negara produsen CSPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×