kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Thailand ekspor 1.000 ton sawit CSPO


Kamis, 11 Juli 2013 / 14:32 WIB
Thailand ekspor 1.000 ton sawit CSPO
ILUSTRASI. Karyawan menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Erika Anindita | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Thailand, negara produsen minyak sawit terbesar ketiga di dunia, siap mengekspor minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (Certified Sustainable Palm Oil/CSPO).

CSPO yang diekspor itu sudah memenuhi skema sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Penjualan pertama CSPO dilakukan oleh Univanich Palm Oil PCL. Perusahaan ini akan mengekspor sekitar 1.000 ton CSPO ke pasaran Eropa.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima KONTAN, Kamis (11/7), Darrel Webber, Sekretaris Jenderal RSPO bilang, ada tiga tantangan utama bagi para petani dalam mendapatkan sertifikasi.

Tantangan itu adalah terbatasnya keahlian, minimnya pelatihan, kurangnya pengetahuan akan keuntungan di sertifikasi, serta kurangnya dukungan dana.

Saat ini, kapasitas produksi tahunan CSPO dunia di estimasi mencapai 8,6 juta metrik ton (15% produksi minyak sawit dunia). Selain Indonesia dan Thailand, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Brasil, Kolombia, serta Pantai Gading merupakan negara-negara produsen CSPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×