kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Timah (TINS) Optimistis Harga Timah Tembus US$31.000 per Ton pada Tahun Depan


Jumat, 22 November 2024 / 20:02 WIB
Timah (TINS) Optimistis Harga Timah Tembus US$31.000 per Ton pada Tahun Depan
ILUSTRASI. Harga timah melonjak: Pekerja menata timah batangan yang baru datang dari bengkulu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Senin (4/10). Harga timah untuk pengiriman tiga bulan mendatang di bursa London Metal Exchange (LME) pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu (1/10) melonjak drastis ke posisi US$ 24900 per ton, tertinggi sejak rekor harga timah pada tanggal 15 Mei 2008 di posisi US$ 25300 per ton. Tahun ini harga timah sudah melonjak sebanyak 47%. Hal ini disebabkan oleh gangguan produksi di Indonesia dan Kongo yang mendorong kenaikan harga timah. KONTAN/Baihaki/4/10/2010


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk (TINS) memproyeksikan harga timah pada tahun depan bakal mencapai US$29.000 per ton sampai dengan US$31.000 per ton.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Dicky Octa Zahriadi mengungkapkan, harga timah dipengaruhi oleh permintaan dan faktor geopolitik. 

Baca Juga: PT Timah (TINS) Optimistis Produksi Bijih Timah Tumbuh 50% Tahun Ini

"Ada beberapa analis market trader timah yang sangat optimis dengan timah bahkan mereka bisa saya bilang sampai harga US$35.000 tapi konservatif kita bila saya bilang US$29.000- US$31.000," kata Dicky dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (22/11).

Dicky memproyeksikan, harga timah hingga akhir tahun 2024 berdasarkan Blomberg dan International Team Association memproyeksikan harga timah masih akan berada di kisaran US$ 28.000 - US$ 31.000 per ton.

Dicky mengungkapkan telah berdiskusi dengan konsumen yang menyatakan ada sentimen yang positif untuk permintaan di Jepang dan China dalam beberapa waktu ke depan. Produk tin chemical dan tin solder akan mengalami peningkatan permintaan.

Baca Juga: Timah (TINS) Cetak Laba Rp 908 Miliar, Beri Sinyal akan Bagikan Dividen

Hal ini, kata Dicky, sejalan dengan peningkatan di penggunaan elektronik secara permintaan yang mendukung kenaikan harga timah. Dari sisi geopolitik, terpilihnya Trump dikhawatirkan bakal berimbas perang dagang antara Amerika dan China.

"Ini juga tercermin pada harga timah dalam seminggu terakhir ini setelah Trump terpilih. Harga timah terdepresiasi kurang lebih 10 persen-an gitu dari US$ 32.000 menjadi US$ 28.000 sampai US$ 29.000 sekarang jadi mempertimbangkan dua faktor itu," pungkas Dicky.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×