kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tingkatkan ekspor, Kemenperin bikin pameran


Selasa, 10 September 2013 / 11:57 WIB
Tingkatkan ekspor, Kemenperin bikin pameran
ILUSTRASI. Suasana pelayanan di Primaya Hospital. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian perindustrian adakan pameran produk karet dan plastik. Ini merupakan salah satu bentuk dalam memperkenalkan kemampuan industri dalam negeri. Selain itu juga sekaligus untuk mempromosikan produk-produk hilir industri karet dan plastik lokal.

Pameran yang mulai diadakan mulai hari ini hingga Jum’at (13/9) ini merupakan pameran yang pertama kali diadakan oleh Kementerian Perindustrian. Pameran ini di ikuti oleh 17 perusahaan produk karet, 25 perusahaan plastik, dan 3 balai penelitian.

“Pameran ini untuk mendorong produk plastik dan ban karet sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan untuk industri,” kata Menteri  Perindustrian MS Hidayat, Selasa (10/9).

Pihaknya mengatakan hal tersebut dilakukan agar karet dan plastik dapat diolah sebagai bahan industri yang baik seperti ban, plastik, dan barang olahan dari karet lainnya.

Pihaknya juga mengatakan, melalui pameran ini diharapkan industri karet dan plastik dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dapat di ekspor. Meskipun bahan baku untuk plastik sendiri masih import dari luar negeri.

Pihaknya mengatakan saat ini Indonesia memiliki potensi lahan perkebunan karet terluas di dunia yaitu sekitar 3,4 juta hektare dimana dari lahan tersebut dapat memproduksi karet sebanyak 2,7 juta ton per tahun.

Produktivitas lahan di Indonesia baru mencapai 1 ton per hektar, angka tersebut masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mampu memproduksi 1,3 ton per hektare dan Thailand 1,9 ton per hektar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×