kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Toba Pulp Lestari sebut permintaan pulp-dissolving grade sedang tinggi


Rabu, 01 Mei 2019 / 19:37 WIB
Toba Pulp Lestari sebut permintaan pulp-dissolving grade sedang tinggi


Reporter: Kenia Intan | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Toba Pulp Lestari (INRU) mengalihkan produksinya dari pulp kertas ke pulp-dissolving grade pada 24 April yang lalu. Diakui perushaan, perubahan ini melihat kondisi pasar akan permintaan pulp-dissolving grade yang tinggi.

"Itu kebetulan pasar sedang meminta untuk pulp-dissolving," kata Corporate Secretary PT Toba Pulp Lestari Tbk Juliandri Hutabarat kepada Kontan.co.id, Selasa (30/4).

Ia menambahkan terdapat dua produk yang diproduksi INRU, yang pertama bleach pulp, yang biasa digunakan untuk pabrik pencetak kertas. Kedua, produk pulp-dissolving grade yang biasa dimanfaatkan untuk pabrik tekstil.

Sebelumnya, pada 20 Februari INRU juga melakukan pengalihan produksi dari pulp-dissolving grade ke pulp kertas. Perubahan ini lumrah terjadi, Juliandri mengakui perusahaan memang memproduksi sesuai kebutuhan pasar. "Kita memproduksi untuk dijual, untuk dipasarkan jadi kita tetap memproduksi sesuai permintaan pasar," jelasnya lagi.

Meski demikian, Juliandri menyatakan tidak menutup kemungkinan bagi perusahana untuk memenuhi permintaan kedua jenis pulp sekaligus, hanya saja permintaan yang lebih tinggi yang akan diprioritaskan.

Sekadar informasi, kapasitas produksi INRU mencapai 240.000 ton per tahun. Sementara utilisasi sebesar 190 ribu ton hingga 200 ribu ton per tahunnya.

Ia menambahkan untuk kuartal I-2019 ini kemungkinan produksi akan menurun, sebab perusahaan tengah mengembangkan produk baru untuk pengelolaan limbah. Berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id INRU tengah membangun satu unit pemasakan baru dengan oxygen mitigation sejak 8 Agustus 2019.

Sebagai gambaran, hingga kuartal I-2019 ini mecatatkan penjualan bersih sebesar US$ 15,73 juta. Angka ini memang turun 33,74% dari kuartal yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 23,74 juta. Sementara itu, sepanjang kuartal I-2019, kerugian bersih yang tercatat membaik 59% menjadi US$ 416 ribu, kuartal yang sama tahun sebelumnya US$ 1,03 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×