kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tokopedia syaratkan mitra harus bayar pajak


Selasa, 16 Januari 2018 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. Tokopedia laman Bandung


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tokopedia beri tanggapan mengenai rencana pemerintah yang akan menerapkan pajak e-commerce terutama tarif PPh final yang lebih ringan bagi UKM yang menjajakan produk lokal dibandingkan produk impor.

Sari Kacaribu, Head of Public Policy Tokopedia bilang pihaknya tidak pernah meminta perlakuan khusus pajak terhadap e-commerce dan memberlakukan sistem pajak sesuai dengan aturan berlaku.

“Di Tokopedia sendiri saat ini sudah ada lebih dari 2,6 juta penjual baik individu dan UMKM. Salah satu syarat dan ketentuan untuk bergabung menjadi penjual di Tokopedia adalah harus memahami dan menyetujui bahwa Pajak Penghasilan penjual akan dilaporkan dan dibayarkan masing-masing penjual sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku di peraturan perundang-undangan di Indonesia,” kata Sari kepada KONTAN.CO.ID  Selasa (16/1).

Sari menilai anggapan yang menyebut bisnis online tidak harus atau belum membayar pajak merupakan hal yang salah. Sebab pihaknya berharap ada perlakuan pajak yang sama antara bisnis offline dengan online.

Berbicara komposisi produk lokal dan impor yang ada di Tokopedia, Sari bilang pihaknya hanya menerima penjual yang memiliki akun bank Indonesia. "Jadi tidak ada satupun penjual dari luar negeri. Berbeda dengan beberapa platform di Indonesia lainnya yang mempersilakan penjual dari luar negeri untuk menjual produk langsung ke Indonesia,” tukas Sari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×