kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tower Bersama (TBIG) pertahankan strategi lindung nilai derivatif terhadap utang


Rabu, 21 Agustus 2019 / 14:48 WIB

Tower Bersama (TBIG) pertahankan strategi lindung nilai derivatif terhadap utang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG, anggota indeks Kompas100) melakukan strategi lindung nilai secara hati-hati dengan menggunakan instrumen lindung nilai sesuai dengan jangka waktu pinjaman. 

Per 30 Juni 2019, total pinjaman (debt) perusahaan, jika pinjaman dalam mata uang dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp 20,74 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 12,81 triliun.

Baca Juga: Pendapatan Toba Bara Sejahtra (TOBA) tumbuh 23,18% di semester I 2019

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 296 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 20,45 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp 12,51 triliun. Menggunakan EBITDA triwulan kedua 2019 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,2x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,2x.

“Di bulan lalu, kami melunasi lebih awal pinjaman Fasilitas A sebesar US$ 400 juta dengan fasilitas pinjaman revolving sebesar US$ 375 juta yang memiliki tenor 5 tahun 6 enam bulan," ujar Helmy Yusman Santoso, Direktur Keuangan TBIG dalam siaran pers, Rabu (21/8).

"Fasilitas pinjaman revolving baru US$ 375 juta ini adalah fasilitas dengan biaya terendah dan jangka waktu jatuh tempo yang paling lama yang kami dapatkan sampai saat ini. Kami dengan bangga mengumumkan transaksi terakhir ini memperpanjang jangka waktu rata-rata utang kami," lanjut dia.

Baca Juga: Fiberisasi jaringan, XL Axiata (EXCL) targetkan penggunaan data naik 16 kali lipat

Helmy menambahkan kontrak jangka panjang perusahaan yang dijamin dari pelanggan telekomunikasi memberikan perlindungan yang sangat baik atas semua kewajiban utang perusahaan di masa depan. Pihaknya masih terus memiliki ruang untuk menggunakan pinjaman tambahan berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan surat utang.

"Ini memungkinkan kami untuk tumbuh secara organik dan inorganik, sambil melunasi kewajiban yang timbul atas pinjaman kami," lanjutnya.


Reporter: Andy Dwijayanto
Video Pilihan


Close [X]
×