kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

TPIA: Aspal plastik dapat membantu mengurangi sampah


Rabu, 11 Juli 2018 / 18:40 WIB
ILUSTRASI. Penggunaan Aspal Plastik


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah berhasil mengolah limbah plastik menjadi tambahan material aspal. Menurut penelitian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), campuran limbah plastik ini dapat menambah daya tahan deformasi aspal.

Untuk itu minggu yang lalu, didampingi oleh Kementerian PUPR, perseroan meresmikan penerapan aspal plastik di lingkungan pabriknya yang berlokasi di Cilegon, Banten. Aspal plastik yang digelar di atas area seluas 6.372 meter persegi (m²) terbuat dari bahan aspal biasa dengan campuran 5%-6%, atau sebesar 3 ton sampah plastik.

Apakah kedepannya perseroan berminat memasarkannya untuk proyek jalan umum, Vice President Corporate Relation PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Suhat Miyarso mengemukakan ada sisi pengurangan maupun penambahan finansial jika menggunakan aspal plastik tersebut.

"Kemungkinan masih mahal karena butuh campuran plastik banyak sementara harga plastik juga tidak murah," ungkap Suhat ditemui usai pameran industri kimia Innachem, Rabu (11/7). Menurut perhitungan perusahaan, biaya pemasangan aspal jenis tersebut bakal lebih mahal 5% dibandingkan aspal biasa.

Menurut Suhat, pihak PUPR menyajikan keunggulan karena memiliki kekuatan 40% lebih besar dibandingkan aspal biasa. Dari sisi pasar, TPIA mengaku belum akan menyajikan option aspal ini ke proyek komersil maupun umum lainnya.

"Yang kami ingin tekankan ialah soal manajemen sampahnya, bagaimana limbah atau waste produksi dapat menghasilkan produk added value," sebut Suhat. 

Sampah plastik yang digunakan dalam pencampuran aspal ini berjenis high density poly-ethylene (HDPE) dan berbentuk kantong plastik kresek. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×